HASANAH.ID – Ancaman dari asteroid 2024 YR4 kembali menarik perhatian setelah pembaruan data dari NASA menunjukkan peningkatan peluang tabrakan dengan bulan. Berdasarkan pemantauan terbaru yang dirilis 2 April 2025, kemungkinan asteroid tersebut menghantam bulan naik menjadi 3,8 persen, dari sebelumnya 1,7 persen. Proyeksi ini disusun berdasarkan hasil observasi Teleskop James Webb dan sejumlah teleskop berbasis darat.
Pada awal 2025, asteroid 2024 YR4 sempat memunculkan kekhawatiran global karena diperkirakan berpotensi menabrak Bumi. Namun hasil analisis lanjutan menyatakan bahwa kemungkinan tumbukan dengan Bumi pada Desember 2032 mendatang kini sangat kecil. Menurut NASA, peningkatan ketelitian pengukuran turut menyempurnakan perhitungan orbit asteroid tersebut.
Meskipun risiko tabrakan asteroid 2024 YR4 dengan bulan mengalami peningkatan, para peneliti menegaskan bahwa probabilitas terjadinya insiden masih tergolong rendah. NASA memperkirakan ada 96,2 persen kemungkinan bahwa tabrakan asteroid dengan bulan tidak akan terjadi. Bahkan jika terjadi, para ahli menilai insiden itu tidak akan mengganggu kestabilan orbit bulan secara signifikan.
Dari sisi ukuran, NASA menyebut asteroid 2024 YR4 memiliki diameter antara 53 hingga 67 meter, ukuran ini setara dengan tinggi gedung 10 hingga 15 lantai. Estimasi tersebut diperoleh melalui metode pengamatan cahaya tampak dan pancaran termal dari James Webb Space Telescope, yang memiliki kemampuan lebih presisi dibandingkan teleskop di Bumi yang hanya mengandalkan pencitraan optik.
Peneliti dari Johns Hopkins University, Andy Rivkin, menjelaskan bahwa karakteristik termal asteroid ini tidak seperti umumnya. Berdasarkan pengamatan, permukaan asteroid ini didominasi oleh batuan besar, bukan partikel halus seperti pasir.
“Diameter sekitar 60 meter itu hampir setara tinggi gedung 15 lantai,” ujarnya dalam wawancara dengan Space.
Ia juga menyebut rotasi cepat asteroid ini menjadikannya obyek yang penting untuk diteliti lebih dalam.
Lebih lanjut, Rivkin menegaskan bahwa pengamatan terhadap asteroid seperti 2024 YR4 melalui James Webb sangat krusial untuk pengembangan sistem pertahanan planet di masa depan. Informasi termal dan fisik yang diperoleh dapat dijadikan referensi jika suatu saat ditemukan asteroid lain yang memiliki potensi untuk menabrak Bumi maupun bulan.
Seluruh temuan dari observasi terbaru asteroid 2024 YR4 ini telah diterbitkan dalam jurnal ilmiah Research Notes of the American Astronomical Society (AAS), yang menjadi rujukan penting dalam studi kosmik dan langkah mitigasi terhadap ancaman dari luar angkasa.