Kinerja Menteri Jadi Sorotan, Survei Ungkap 27,5 Persen Publik Tidak Puas dengan Pemerintahan Prabowo
- account_circle Hasanah 014
- calendar_month Sabtu, 8 Feb 2025 23:23 WIB
- visibility 201
- comment 0 komentar
- print Cetak

Analis Komunikasi Politikus Hendri Satrio (Foto: Istimewa).
info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.
Dari sisi politik, Hendri menilai Prabowo juga perlu berhati-hati dalam mengambil keputusan. Dengan Mahkamah Konstitusi (MK) yang mengizinkan semua partai yang lolos verifikasi untuk mencalonkan presiden, Prabowo harus mempertimbangkan apakah reshuffle akan berdampak pada stabilitas koalisinya menjelang Pemilu 2029.
“Kalau ada menteri yang dikeluarkan dari kabinet, pertanyaannya, apakah mereka nanti akan menjadi ancaman politik bagi Prabowo di 2029? Semua ini pasti diperhitungkan,” tambahnya.
Evaluasi Menteri Ekonomi, Pertumbuhan Stagnan Jadi Sorotan
Terkait kementerian mana yang berpotensi mendapatkan evaluasi ketat, Hendri menyoroti sektor ekonomi sebagai perhatian utama. Menurutnya, Prabowo akan memberikan penilaian lebih keras terhadap kementerian yang berkaitan dengan perekonomian.
“Pertumbuhan ekonomi Indonesia justru turun dari 5,03 persen menjadi 5,02 persen, padahal targetnya mencapai 8 persen. Kita sudah terlalu lama berada di angka 5 persen ini, artinya kondisi ekonomi stagnan,” katanya.
Dengan ketidakpuasan masyarakat dan tantangan ekonomi yang dihadapi, evaluasi kabinet di pemerintahan Prabowo diperkirakan akan menjadi salah satu agenda utama dalam waktu dekat.
- Penulis: Hasanah 014



