Breaking News
Trending Tags

Basmi Ikan Sapu-Sapu, Gubernur DKI Jakarta Bakal Kumpulkan Walkot

  • account_circle Talhah Lukman Ahmad
  • calendar_month Selasa, 14 Apr 2026 20:14 WIB
  • visibility 190
  • comment 0 komentar
  • print Cetak

info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.

Adaptasi tersebut menjadikannya salah satu ikan invasif yang paling sulit dikendalikan di ekosistem air tawar perkotaan.

Dampak keberadaan ikan ini juga mulai dirasakan oleh spesies ikan asli seperti wader dan ikan kecil lainnya.

Persaingan makanan yang tidak seimbang membuat populasi ikan lokal mengalami tekanan dan berpotensi menurun secara signifikan.

“Makanannya diambil semua dan mereka merusak tanggul-tanggul yang ada karena rumahnya itu di sana,” beber Pramono.

Keberadaan Sapu-Sapu Berpotensi Rusak Infrastruktur Sungai

Upaya basmi ikan sapu-sapu kembali ditekankan pemerintah setelah ditemukan adanya peningkatan gangguan ekosistem di beberapa titik aliran sungai.

Aktivitas ikan ini dinilai tidak hanya mengganggu keseimbangan hayati, tetapi juga mempercepat degradasi kualitas perairan.

Selain berdampak pada ekosistem, ikan sapu-sapu juga dikaitkan dengan potensi kerusakan infrastruktur sungai.

Beberapa temuan menunjukkan aktivitasnya dapat memperparah sedimentasi dan mengganggu struktur dasar aliran air serta tanggul di sejumlah lokasi.

Oleh karena itu, Pemprov DKI terus mengintensifkan program basmi ikan sapu-sapu melalui berbagai operasi pembersihan terpadu.

Dengan berbagai langkah yang dilakukan, Pemprov DKI berharap upaya pengendalian ini dapat menekan populasi ikan sapu-sapu secara signifikan. **

Ikuti Kami Di:
Hasanah di Google News

  • Penulis: Talhah Lukman Ahmad
expand_less