Pasar Kosambi dan Cihapit Segera jadi Pasar Bebas Plastik Pertama di Kota Bandung
- account_circle Unggung Rispurwo
- calendar_month Minggu, 14 Nov 2021
- visibility 54
- comment 0 komentar
- print Cetak

info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.
HASANAH.ID – Akibat terganggunya TPA Sarimukti, kondisi di sejumlah pasar tradisional mengalami penumpukan sampah yang cukup tinggi. Pasalnya, di lokasi TPPS Pasar tidak diangkut ke TPA hingga tiga hari.
Menyikapi hal tersebut, berbagai pihak di Kota Bandung berkomitmen mewujudkan Pasar Bebas Plastik dan Ramah Lingkungan.
Upaya ini dibangun bersama Pemerintah Kota Bandung, Perusahaan Umum Daerah (Perumda) Pasar Juara, dan Gerakan Indonesia Diet Kantong Plastik (GIDKP) dalam mewujudkan Pasar Bebas Plastik dan Ramah Lingkungan Pertama di Kota Bandung akan segera diwujudkan.
Terhitung mulai tanggal 15 November 2021, program ini akan dilakukan uji coba pembatasan plastik sekali pakai di Pasar Kosambi dan Pasar Cihapit.
Seperti dijelaskan Wakil Walikota Bandung, Yana Mulyana dalam sambutannya dalam kegiatan Kick-Off Program Pasar Bebas Plastik dan Ramah Lingkungan di Kota Bandung pada tanggal 18 Februari 2021 lalu, Pemerintah Kota Bandung berkomitmen kurangi penggunaan plastik.
“Kami juga meminta peran serta masyarakat dalam pengurangan penggunaan sampah plastik serta diberlakukannya kawasan bebas plastik. Kick-off penetapan pasar bebas plastik dan ramah lingkungan ini merupakan salah satu bentuk pelaksanaan pengurangan penggunaan sampah plastik. Ini juga menjadi implementasi dari Peraturan Walikota Nomor 37 Tahun 2019 tentang Pengurangan Penggunaan Kantong Plastik,” ujar Yana.
Ia menambahkan, setelah kick-off ia meminta jajarannya berkolaborasi melakukan langkah konkrit terkait pengelolaan sampah pasar.
“Saya meminta semua dinas berkolaborasi melakukan langkah konkret terkait pengelolaan sampah di pasar, sebab kegiatan ini merupakan upaya untuk mengurangi sampah dari hulu hingga ke hilir. Selain itu alternatif pengganti plastik harus tersedia di pasar, dan ini dapat menjadi peluang bagi UMKM untuk menyediakan produk kreativitasnya berupa kemasan yang ramah lingkungan,” ucapnya.
Yana menambahkan, berbagai macam kegiatan sosialisasi dan edukasi telah dilakukan di kedua pasar, mulai dari riset konsumsi plastik, diskusi bersama para pedagang, penandatanganan komitmen antar pihak, door-to-door panduan belanja bebas plastik kepada para pedagang, serta bentuk kampanye dan sosialisasi lainnya baik yang dilakukan secara online maupun tatap muka di dalam area pasar.***
- Penulis: Unggung Rispurwo
