Breaking News
Trending Tags
Beranda » Berita » Perempuan Poco Leok Berperan Penting dalam Penolakan Proyek Geotermal

Perempuan Poco Leok Berperan Penting dalam Penolakan Proyek Geotermal

  • account_circle Hasanah 012
  • calendar_month Kamis, 10 Okt 2024
  • visibility 104
  • comment 0 komentar
  • print Cetak

info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.

“Perempuan berisiko mengalami kekerasan fisik, seksual, dan psikis dalam aksi-aksi protes ini, terutama saat terjadi bentrokan dengan aparat. Kekerasan terhadap perempuan dalam kerumunan aksi bisa terjadi tanpa teridentifikasi dengan jelas,” jelas Novia.

Lebih lanjut, Novia juga menyoroti potensi hilangnya ruang kelola bagi perempuan. Ketika tanah mereka rusak dan tidak lagi bisa digunakan untuk bertani, perempuan Poco Leok terancam kehilangan sumber penghidupan mereka. Kondisi ini dapat memaksa mereka untuk menjadi buruh harian lepas di kota-kota besar atau bahkan menjadi korban Tindak Pidana Perdagangan Orang (TPPO).

“Kekhawatiran kami adalah perempuan-perempuan di Poco Leok, yang telah kehilangan ruang kelola mereka, akan terdorong untuk menjadi buruh migran atau buruh harian lepas. Dalam kondisi rentan ini, mereka sangat berisiko menjadi korban perdagangan manusia,” tutup Novia.

Dengan situasi yang semakin memanas, Solidaritas Perempuan dan kelompok-kelompok masyarakat lainnya terus menyerukan agar pemerintah menghentikan proyek PLTP di Poco Leok dan mendengarkan aspirasi perempuan yang selama ini diabaikan. Bagi mereka, melibatkan perempuan dalam pengambilan keputusan terkait proyek yang berdampak langsung pada kehidupan mereka adalah langkah penting untuk menciptakan keadilan dan keberlanjutan bagi masyarakat lokal.

  • Penulis: Hasanah 012
expand_less