Polemik Flyover Ciroyom, Dishub Kota Bandung: Ada Miskomunikasi
- account_circle Hasanah 013
- calendar_month Senin, 20 Mei 2024
- visibility 83
- comment 0 komentar
- print Cetak

Dinas Perhubungan (Dishub) Kota Bandung bakal memanggil PT. KIA untuk membahas dibukanya flyover Ciroyom./Foto: Gilang Fathu Romadhan
info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.
HASANAH.ID, BANDUNG – Flyover Ciroyom hingga saat ini memang belum diresmikan oleh pemerintah. Namun jembatan layang itu sudah digunakan sekitar sejak akhir idul fitri 2024 kemarin.
Akibatnya, tak jarang kecelakaan terjadi sebab masih ada kekurangan di flyover tersebut. Warga yang khawatir kemudian menutup jalan itu secara swadaya menggunakan bahan seadanya.
Menanggapi hal tersebut, Dinas Perhubungan (Dishub) Kota Bandung mengklaim tidak ada koordinasi dari PT. KIA tentang flyover yang sudah bisa digunakan.
“Kami belum ada limpahan dari PT. KIA ke Dishub Bandung jika jalan tersebut sudah bisa di pakai. Jadi mereka seolah-olah jalan sudah beres tapi tidak ada koordinasi dengan kami,” kata PPNS Dishub Kota Bandung, Deni Ismail saay ditemui di flyover Ciroyom, Senin, 20 Mei 2024.
Deni mengatakan, seharusnya pihak kontraktor langsung mengkoordinasikan perihal rampungnya flyover Ciroyom dan sudah bisa dilewati.
Sayangnya, komunikasi antara Dishub dengan PT. KIA tidak berjalan baik sehingga menimbulkan miskomunikasi.
“Harusnya ada koordinasi dengan kami bagaimana jalan tersebut dipasang rambunya. Tidak ada rambu, tidak ada WB mungkin PT. KIA bisa mengirim surat ke kami agar kami tindaklanjuti,” ungkapnya.
Terkait penutupan jalan itu, Deni menuturkan jika warga ingin flyover tersebut rampung sebelum digunakan, termasuk rambu lalulintas yang sudah terpasang.
“Jadi intinya warga ingin jalan tersebut selesai dulu. Di atasnya ada rambu atau misalkan belum selesai mungkin jalan tersebut minta ditutup,” ujarnya.
Melihat masih ada kekurangan di flyover Ciroyom, pihaknya pun memutuskan untuk menutup akses menuju jembatan layang itu.
Penutupan itu menggunakan water barrier yang totalnya berjumlah sekitar 26 yang terpasang di dua jalur menuju flyover.
“Kami wujudkan hari ini kami tutup dengan menggunakan water barrier maupun dari arah barat atau utara mungkin kami tutup juga. Sementara ditutup kendaraan tidak diperkenankan masuk ke flyover,” kata dia.
Dishub Kota Bandung bakal melakukan penutupan hingga PT. KIA melakukan evaluasi bersama Pemkot Bandung dan Dishub Kota Bandung.
“Kalau penutupan sampai PT. KIA melakukan evaluasi bersama Pemkot Bandung maupun dengan Dishub Kota Bandung,” ucapnya.
Oleh karena itu, dalam waktu dekat ini, pihaknya akan mengundang PT. KIA untuk membahas permasalahan ini.
Tujuannya tak lain adalah agar mengetahui bagaimana skema PT.KIA tentang rekayasa lalulintas di flyover Ciroyom.
“Nanti kami bakal undang juga dari PT. KIA dua atau tiga hari ke depan seperti apa sih pemasangannya, rambunya mau dibikin apa, alurnya bagaimana, apakah dijadikan satu arah atau dua arah, rekaya lalulintasnya seperti apa. Yang tahu kan mereka,” pungkasnya.*** (Gilang)
- Penulis: Hasanah 013
