Breaking News
Trending Tags

Perpres 111/2025: Presiden Prabowo Subianto tetapkan langkah nirmiliter lawan ancaman LGBT

  • account_circle khasanah
  • calendar_month Senin, 6 Jul 2026 04:02 WIB
  • visibility 138
  • comment 0 komentar
  • print Cetak

info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.

Ia mencontohkan beberapa kebijakan di Eropa yang mulai membatasi arus nilai yang dianggap mengganggu kohesi sosial.

Perhatian khusus Efatha tertuju pada bonus demografi Indonesia yang saat ini didominasi penduduk usia produktif dan digital native.

Ia mengingatkan bahwa Generasi Z dan milenial paling rentan terpapar perang algoritma yang bisa menggeser preferensi nilai mereka.

Efatha memperingatkan bahwa bila abai, bonus demografi yang menjadi kebanggaan bisa berubah menjadi disaster demografi dalam 15 tahun ke depan.

Oleh karena itu, ia menilai memasukkan isu ini ke matriks pertahanan nirmiliter merupakan langkah preventif penting.

Menurutnya, tindakan cepat pemerintah menunjukkan visi jangka panjang yang jarang terlihat di kawasan ini.

Efatha menilai bahwa langkah tersebut mencerminkan kesadaran bahwa perang nilai harus ditangani sebelum berkembang menjadi krisis.

Ia menyerukan pendekatan terpadu antara pendidikan, teknologi, dan kebijakan publik untuk memperkuat ketahanan sosial dan nilai nasional.

Efatha menutup pernyataannya dengan menegaskan harapan agar kebijakan ini dijalankan transparan dan berbasis bukti demi kepentingan ketahanan nasional.

Ikuti Kami Di:
Hasanah di Google News

Avatar of khasanah

Penulis

jurnalis dan penulisan konten digital di Hasanah.id yang mengkhususkan diri pada peliputan tren global, gaya hidup modern, dan isu-isu internasional terkini.

expand_less