Ketua DPP PDIP, Hendrawan Supratikno menanggapi pernyataan Habib Rizieq Shihab soal haram memilih calon legilatif atau caleg dan calon presiden atau capres dari partai penista agama. Ia menyebut, pernyataan tersebut usang.
“Kami tak mengerti apa dan siapa yang dimaksudkannya. Pernyataan Habib Rizieq, sering tak didukung fakta empirik. Bagi PDI-P, pernyataan tersebut usang dan fatamorganik,” kata Hendrawan, saat dihubungi, Senin 3 Desember 2018.
Ia menjelaskan bahwa saat ini, partainya sedang berjuang keras membangun sinergi antara nilai-nilai religius, demokrasi dan modernitas. Sehingga, sebagai negara siap membangun kebudayaan dan peradaban bermutu tinggi.
Ia menegaskan, bagi PDI-P, kata “perjuangan” dimaknai sebagai setia kepada janji, setia pada komitmen. Dengan demikian, krida dan kerja politik mereka adalah ibadah yang panjang.
“Berusaha membangun keadaban politik, politik yang mencerahkan, memiliki dan mengandung aktualisasi nilai religius yang tinggi,” kata Hendrawan.