Breaking News
Trending Tags

Sungai Cilutung Meluap, 373 Rumah di Tomo Terendam; Pemkab Sumedang Siapkan Langkah Penanganan

  • account_circle Bobby Suryo
  • calendar_month 14 Februari 2026, 11:22 WIB
  • visibility 769
  • comment 0 komentar
  • print Cetak

info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.

Hasanah.id – Bupati Sumedang, Dony Ahmad Munir, turun langsung meninjau lokasi banjir akibat luapan Sungai Cilutung di Kecamatan Tomo, Kamis (12/2/2026). Banjir terjadi setelah hujan dengan intensitas tinggi mengguyur wilayah tersebut sejak Rabu malam.

Luapan Sungai Cilutung berdampak pada tiga desa, yakni Desa Darmawangi, Desa Marongge, dan Desa Tolengas. Air melimpas ke permukiman warga dengan ketinggian bervariasi, mulai dari selutut hingga setinggi pinggang orang dewasa.

Data sementara mencatat sebanyak 147 rumah di Desa Darmawangi terdampak genangan. Di Desa Marongge, 66 rumah ikut terendam, termasuk fasilitas umum seperti masjid, posyandu, dan PAUD. Sementara itu, Desa Tolengas menjadi wilayah dengan jumlah rumah terdampak terbanyak, yakni 160 unit.

Begitu menerima laporan, tim Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) bersama unsur Kecamatan Tomo bergerak cepat melakukan penanganan di lapangan. Warga yang terdampak langsung dievakuasi ke lokasi yang lebih aman untuk menghindari risiko korban jiwa.

“Terima kasih kepada BPBD dan semua pihak yang sigap menangani situasi ini. Prioritas utama adalah keselamatan warga. Alhamdulillah, dalam waktu sekitar satu jam air sudah mulai surut,” ujar Dony saat meninjau lokasi.

Menurutnya, meskipun banjir relatif cepat surut, peristiwa ini harus menjadi perhatian serius semua pihak. Ia menekankan perlunya langkah komprehensif, baik jangka pendek maupun jangka panjang, agar kejadian serupa tidak terus berulang.

Untuk jangka pendek, pemerintah daerah akan memperkuat sistem respons cepat, termasuk penyiapan jalur dan titik evakuasi yang jelas di tiap desa rawan banjir. Selain itu, koordinasi lintas instansi juga akan diperkuat agar penanganan di lapangan semakin efektif.

Dalam jangka menengah dan panjang, Dony menyebut perlunya upaya konservasi di wilayah hulu sungai. Reboisasi di daerah tangkapan air dinilai penting untuk mengurangi debit limpasan saat curah hujan tinggi. Selain itu, penguatan di sepanjang daerah aliran sungai juga menjadi bagian dari strategi pengendalian banjir.

Ia menyampaikan bahwa penanganan hulu dan hilir sungai akan melibatkan Balai Besar Wilayah Sungai (BBWS) Cimanuk Cisanggarung bersama pemerintah daerah. Kolaborasi tersebut diharapkan mampu menghasilkan langkah teknis yang terintegrasi, mulai dari normalisasi sungai hingga penguatan tanggul di titik-titik rawan.

Bupati juga meminta jajaran Forkopimcam, BPBD, serta dinas teknis seperti PUTR dan Perkimtan untuk segera menyusun konsep penanganan banjir yang lebih sistematis. Dokumen tersebut diharapkan menjadi pedoman tetap ketika bencana serupa terjadi, sehingga seluruh pihak sudah memahami peran dan prosedur yang harus dijalankan.

“Kita harus punya skema yang jelas, mulai dari evakuasi, distribusi bantuan, hingga pemulihan pascabanjir. Dengan begitu, respons akan lebih terarah dan masyarakat merasa terlindungi,” katanya.

Dalam kesempatan itu, Dony Ahmad Munir turut menyerahkan bantuan paket sembako kepada warga terdampak sebagai bentuk kepedulian dan dukungan pemerintah daerah. Bantuan tersebut diharapkan dapat meringankan beban warga yang rumahnya sempat terendam.

Pemerintah Kabupaten Sumedang mengimbau masyarakat tetap waspada, terutama jika hujan deras kembali turun dalam beberapa hari ke depan. Warga yang tinggal di sekitar bantaran sungai diminta segera melapor kepada aparat desa atau petugas setempat jika terjadi peningkatan debit air secara signifikan.

  • Penulis: Bobby Suryo
expand_less