Jesús Fernández-Villaverde menyebut angka lahir global turun
- account_circle khasanah
- calendar_month Kamis, 27 Agt 2026 06:41 WIB
- visibility 40
- comment 0 komentar
- print Cetak

Angka Kelahiran Global Anjlok: Dampak Ketegangan Geopolitik dan Krisis Ekonomi Terkini
info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.
Jakarta, Hasanah.id – Penurunan populasi menjadi sorotan setelah studi baru menunjukkan tren penurunan kelahiran yang meluas dan berpotensi menempatkan dunia pada jalur berkurangnya jumlah penduduk.
Studi berjudul “Terra Incognita: The Economics of a Shrinking World” yang diterbitkan awal Agustus 2026 oleh Jesús Fernández-Villaverde (University of Pennsylvania) dan Patrick Norrick (Northwestern University) menggarisbawahi ancaman penurunan populasi.
Analisis peneliti menyimpulkan bahwa tingkat kesuburan global kemungkinan sudah di bawah ambang penggantian, dengan ambang sekitar 2,2 anak per wanita dan estimasi saat ini tidak lebih tinggi dari 2,19 anak per wanita.
Penelitian itu mencakup 236 negara dan wilayah untuk periode 1950 hingga 2023.
Dari cakupan tersebut, 219 negara menunjukkan penurunan angka kelahiran.
Rata-rata, negara-negara itu kehilangan sekitar 0,062 kelahiran per wanita setiap tahunnya.
Para peneliti menyatakan bahwa tidak ada bukti kuat bahwa tren tersebut mulai stabil.
Konsekuensi ekonomi dari penurunan populasi termasuk berkurangnya tenaga kerja untuk menopang populasi lanjut usia, tekanan pada dana pensiun, layanan kesehatan, dan ketegangan pada anggaran publik.
Untuk ilustrasi, studi memperkirakan bahwa jika produktivitas AS tumbuh 2 persen per tahun tetapi angkatan kerja menyusut 0,5 persen per tahun, maka pertumbuhan Produk Domestik Bruto jangka panjang dapat turun menjadi sekitar 1,5 persen per tahun.
Penulis khasanah
jurnalis dan penulisan konten digital di Hasanah.id yang mengkhususkan diri pada peliputan tren global, gaya hidup modern, dan isu-isu internasional terkini.




