Atlet Paralimpiade Indonesia Meninggalkan Tanah Air di Tengah Euforia Kemerdekaan

Atlet Paralimpiade Indonesia dilepas Ketua NCP Indonesia
NPC Indonesia

Atlet Paralimpade Indonesia yang akan berlaga di Paralimpade Tokyo 2020 secara bertahap dilepas menuju Jepang. Kloter pertama kontingen Indonesia dilepas oleh Ketua Umum NPC Indonesia, Senny Marbun, Senin (16/08) dari Hotel Kusuma Sahid Prince Surakarta.

Rombongan pertama berjumlah 11 orang yang terdiri dari atlet dan official melakukan perjalanan darat dari Surakarta, tempat kontingen menjalani karantina, menuju Bandara Soekarno-Hatta dengan pengawalan pihak kepolisian. Kontingen kemudian melanjutkan perjalanan udara, Senin (17/08) pukul 06:15 WIB.

Sebelum melakukan perjalanan jauh, seluruh atlet terlebih dahulu melakukan doa bersama demi keselamatan dalam perjalanan. Ketua Umum NPC Indonesia Senny Marbun memberi pesan singkat kepada kloter pertama ini.

“Untuk semua atlet yang berlaga di Paralimpiade tahun ini saya berpesan supaya jangan terlalu serius yang nantinya akan menjadi tegang. Tetap fokus untuk bertanding dan yang terpenting harus disiplin bagi diri sendiri,” ucap Senny Marbun.

Pelatih para tenis meja yang juga Wakil Sekretaris Jenderal NPC Indonesia, Rima Ferdianto yang juga menjadi pimpinan kontingen kloter pertama ini mengaku puas atas dukungan yang diberikan oleh pemerintah dan swasta dalam keberangkatan ini.

“Saya senang karena perjalanan hari ini sangat cepat karena bisa tiba di bandara kurang dari enam jam perjalanan. Terima kasih atas dukungan patwal yang mengawal perjalanan kita dan juga terima kasih kepada pemerintah yang telah memfasilitasi kontingen dengan ruangan VIP di bandara sehingga semua kontingen bisa merasa nyaman,” ucap Rima.

Sementara itu atlet renang Jendi Pangabean juga mengaku puas dengan perjalanan ini karena karena sangat cepat dan dapat melindungi para atlet dari ancaman terpapar COVID-19.

“Saya tentu sangat senang dengan fasilitas yang disiapkan oleh pemerintah dan NPC Indonesia karena dengan pelayanan seperti ini kita bisa terhindar dari kemungkinan terkena virus COVID-19,” uja Jendi.

Kloter pertama kontingen Indonesia akan tiba di bandara Narita Jepang pada pukul 15.50 waktu setempat.

Daftar Nama Kloter Pertama Kontingen Indonesia:

  1. M. Fadli (atlet para balap sepeda)
  2. David Jacobs (atlet para tenis meja)
  3. Adyos Astan (atlet para tenis meja)
  4. Komet Akbar (atlet para tenis meja)
  5. Syuci Indriani (atlet para renang)
  6. Jendi Pangabean (atlet para renang)
  7. Rima Ferdianto (pelatih para tenis meja/wasekjen NPC)
  8. Bayu Purba (pelatih para tenis meja)
  9. Fadilah (pelatih para balap sepeda)
  10. Slamet Djauhari (tim manager renang)
  11. Irfan Nurfianto ( suporting tim)

Sebelumnya, pada hari Sabtu (14/08) Menteri Pemuda dan Olahraga Republik Indonesia (Menpora RI) Zainudin Amali secara resmi mengukuhkan dan melepas Kontingen Indonesia untuk mengikuti Paralimpiade Tokyo 2020 secara virtual.

“Saya Zainuddin Amali, Menteri Pemuda dan Olahraga Republik Indonesia mengukuhkan dan sekaligus melepas kontingen Indonesia yang akan bertanding di arena paralympic Tokyo 2020,” ujar Menpora Amali.

Dalam sambutannya, Menpora Amali memberikan semangat kepada para atlet paralimpik untuk untuk berprestasi. Menurutnya, torehan prestasi yang baru saja diraih atlet Indonesia dalam Olimpiade Tokyo 2020 beberapa waktu lalu dengan perolehan 1 medali emas, 1 medali perak dan 3 medali perunggu harus menjadi penyemangat dan inspirasi bagi para atlet paragames di Paralympic 2020.

“Saudara-saudara harus bisa menunjukkan bahwa tidak ada perbedaan dalam olahraga. Keterbatasan tidak menjadi penghalang untuk berprestasi. Tetapi anda harus tunjukkan bahwa di dalam olahraga, di dalam semangat olahraga semua sama, semua punya kesempatan untuk bisa berprestasi,” pungkasnya.

Total
3
Shares
Related Posts