Bahaya!!! Menyalakan Kipas Angin Saat Tidur

Kipas Angin Berbahaya Saat Tidur
Sumber foto: Shutterstock

Kipas angin bisa menjadi solusi saat suhu ruangan panas atau pengap. Hal ini sudah diketahui masyarakat secara umum. Angin yang dihasilkan dari kipas dapat membuat udara di ruangan tak lagi panas sehingga Anda menjadi lebih nyaman untuk beraktivitas atau hanya sekadar bersantai.

Tak terkecuali sat malam hari. Tak sedikit orang menyalakan kipas angin, terutama saat tidur. Hal ini dilakukan agar tidur menjadi lebih nyaman. Namun di sisi lain, tindakan ini ternyata sangat berbahaya.

Bagi mereka yang memiliki alergi dan asma, sebaiknya mewaspadai bahaya kipas angin. Pasalnya, kipas angin dapat mengedarkan partikel-partikel debu dan potensi alergen lainnya yang bisa menyebabkan iritasi. Perlu diketahui, tungau debu adalah pemicu alergi yang paling umum akibat tidur pakai kipas angin.

Tidur pakai kipas angin dapat memberikan berbagai dampak kesehatan.

Kekurangan Oksigen
Tidur dalam keadaan kipas angin menyala membuat paru-paru tidak mendapatkan oksigen yang cukup. Udara yang berputar-putar di dalam tubuh tidak diperbaharui, sehingga oksigen tidak dapat berfungsi dengan baik ketika dihirup.

Apalagi, udara dingin dari angin yang dihasilkan kipas akan mengenai hidung dan mulut. Hal tersebut akan memperparah kondisi dan menyebabkan Anda kesulitan untuk bernapas.

Penyakit Bell Palsy
Bell Palsy adalah penyakit di mana sistem syaraf wajah berubah menjadi tegang, sulit senyum dan susah berekspresi. Hal ini diakibatkan suhu dingin yang fokus menerpa bagian wajah secara terus menerus sepanjang malam.

Wajah akan terpapar oleh cuaca dingin sepanjang malam. Akibatnya, wajah akan mengalami pembengkakan di area tertentu. Hal ini dapat sangat mengganggu karena Anda tidak bisa leluasa ketika sedang berekspresi (tersenyum atau tertawa).

Iritasi Sinus
Saat menyalakan kipas angin, maka udara di dalam ruangan akan kering. Udara kering membuat selaput lendir dalam rongga hidung menjadi kering.

Semakin kering selaput tersebut, maka produksi lendir akan semakin banyak. Dampaknya, lendir akan menyumbat saluran pernapasan dan akhirnya menyebabkan iritasi sinus.

Mencetuskan Reaksi Alergi
Tak hanya membuat udara bersirkulasi, bahaya kipas angin juga dapat mensirkulasikan debu, tungau, serbuk sari tanaman, dan bahan alergen (pencetus alergi) lainnya di dalam kamar.

Menghirup berbagai alergen ini dapat mencetuskan timbulnya reaksi alergi, seperti bersin, hidung meler, mata berair, tenggorokan gatal, atau gangguan pernapasan. Jika Anda memiliki asma, alergi, ataupun alergi musiman, bahan alergen ini dapat memperburuk gejala Anda.

Asma
Penderita penyakit asma atau mudah terkena alergi debu wajib menjauhi kipas angin. Sebab, kipas angin yang menyala biasanya akan menyedot debu di sekitarnya.

Kipas angin perlu dibersihkan secara rutin. Terpapar kipas angin yang kotor dapat menyebabkan tenggorokan menjadi gatal, batuk dan mengalami gejala asma.

Nyeri Otot
Salah satu bahaya tidur pakai kipas angin adalah timbulnya nyeri pada otot. Sirkulasi udara yang dingin dapat membuat Anda lebih rentan mengalami kontraksi otot.

Jika Anda telah memiliki nyeri otot sebelumnya, maka gejala nyeri dan kram otot yang Anda alami akan semakin parah.

Total
1
Shares
Related Posts