Breaking News
Trending Tags

Koalisi Retak? Trump Kian Terpojok Usai Sekutu AS Kompak Tolak Blokade Selat Hormuz

  • account_circle MFC Team
  • calendar_month Senin, 13 Apr 2026 21:17 WIB
  • visibility 263
  • comment 0 komentar
  • print Cetak

info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.

Hasanah.id – Ketegangan di Timur Tengah kembali memanas, namun kali ini sorotan tertuju pada rapuhnya solidaritas internal blok Barat. Kabar terbaru menyebutkan bahwa Presiden Amerika Serikat, Donald Trump, berada dalam posisi yang kian sulit. Rencana ambisiusnya untuk melakukan blokade total di Selat Hormuz demi menekan pengaruh Iran justru mendapat “dinginnya” sambutan dari para sekutu setianya.

Selat Hormuz, yang dikenal sebagai urat nadi perdagangan minyak dunia, kini menjadi panggung ego politik yang berisiko memicu krisis energi global. Namun, alih-alih mendapatkan dukungan penuh, Trump harus menelan pil pahit saat negara-negara mitra strategisnya memilih untuk menarik diri dari skenario konfrontasi langsung tersebut.

Ambisi Trump dan Kekhawatiran Global

Langkah Trump untuk memperketat pengawasan dan blokade di Selat Hormuz sebenarnya bukan hal baru dalam doktrin politik luar negerinya yang agresif. Trump berdalih bahwa tindakan ini diperlukan untuk menjaga stabilitas kawasan dari ancaman sabotase. Namun, bagi banyak pengamat internasional, langkah ini dinilai sebagai upaya provokasi yang justru bisa membakar “sumbu pendek” perang terbuka.

Sikap “ogah ikut-ikutan” yang ditunjukkan oleh sekutu AS—mulai dari negara-negara Eropa hingga mitra di Asia—menunjukkan bahwa dunia mulai jengah dengan kebijakan sepihak yang seringkali merugikan ekonomi global. Blokade di wilayah tersebut diprediksi akan membuat harga minyak mentah melambung tinggi, sebuah risiko yang tidak ingin diambil oleh negara mana pun di tengah proses pemulihan ekonomi yang belum stabil.

Ikuti Kami Di:
Hasanah di Google News

  • Penulis: MFC Team
expand_less