Koalisi Retak? Trump Kian Terpojok Usai Sekutu AS Kompak Tolak Blokade Selat Hormuz
- account_circle MFC Team
- calendar_month Senin, 13 Apr 2026 21:17 WIB
- visibility 264
- comment 0 komentar
- print Cetak

US-Israel war against Iran
info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.
Mengapa Sekutu Enggan Terlibat?
Ada beberapa alasan mendasar mengapa sekutu AS kali ini memilih untuk berseberangan dengan keinginan Washington:
Stabilitas Ekonomi: Selat Hormuz dilewati oleh hampir seperlima dari total konsumsi minyak dunia. Blokade berarti bunuh diri ekonomi bagi banyak negara importir.
Kedaulatan Diplomasi: Negara-negara seperti Prancis dan Jerman cenderung lebih mengedepankan jalur diplomasi dan dialog ketimbang pamer kekuatan militer di laut.
Trauma Konflik Berkepanjangan: Pengalaman pahit dari konflik-konflik sebelumnya di Timur Tengah membuat banyak negara lebih berhati-hati dalam menerjunkan aset militer mereka.
Trump yang Kian Muram
Raut wajah muram yang ditunjukkan Trump dalam beberapa kesempatan pertemuan diplomatik terakhir menjadi sinyal kuat adanya tekanan batin. Tanpa dukungan sekutu, AS praktis harus bergerak sendirian (unilateral). Meskipun AS memiliki armada laut yang paling perkasa di dunia, melakukan operasi pengamanan atau blokade di wilayah sensitif seperti Hormuz tanpa legitimasi internasional akan sangat berisiko secara politik.
Para analis politik menyebutkan bahwa kegagalan Trump merangkul sekutu dalam isu ini bisa menjadi titik balik bagi pengaruh AS di kancah internasional. “Dunia tidak lagi ingin dipaksa memilih antara mendukung AS atau menghadapi krisis ekonomi,” ungkap salah satu pengamat geopolitik.
- Penulis: MFC Team




