BPJS Kesehatan Beri Warning Kasus Gagal Ginjal Meningkat, Pembiayaan Melonjak
- account_circle Aramuti Bunga Shakila
- calendar_month Kamis, 16 Apr 2026 12:00 WIB
- visibility 202
- comment 0 komentar
- print Cetak

Ilustrasi kasus gagal ginjal meningkat (Freepik).
info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.
Hasanah.id – Tak hanya di Malaysia, Indonesia juga melaporkan peningkatan kasus gagal ginjal. Hal itu terlihat dari pembiayaan BPJS Kesehatan yang melonjak hingga 400 persen pada 2025, yakni Rp13,38 triliun dari semula hanya Rp2,32 triliun di 2019.
Tidak jauh berbeda dengan Malaysia yang menggelontorkan RM 3,3 miliar atau sekitar Rp 14,22 triliun per tahun untuk penanganan penyakit ginjal stadium akhir.
Bahkan, berdasarkan peringkatnya, beban pembiayaan gagal ginjal di Indonesia pada tahun 2025 telah melampaui pengobatan kanker.
Rinciannya, pada tahun 2024, penyakit jantung menduduki peringkat pertama dengan 22,55 juta kasus, di bawahnya ada penyakit kanker yang mencatat 4,24 juta kasus.
Setelah itu disusul stroke dengan 3,89 juta kasus dan gagal ginjal 1,44 juta kasus. Namun, hanya berselang setahun, datanya berubah signifikan.
Direktur Utama BPJS Kesehatan Prihati Pujowaskito mengungkapkan pemicu peningkatan kasus gagal ginjal berkaitan dengan komplikasi hipertensi dan diabetes. Keduanya sebenarnya merupakan penyakit yang dapat dicegah melalui gaya hidup sehat.
Prihati menyebut pemerintah akan lebih memprioritaskan upaya preventif dan promotif daripada fokus pada kuratif. Salah satu langkah yang baru diresmikan adalah Nutri Level di pangan siap saji.
- Penulis: Aramuti Bunga Shakila




