Guru Honorer di Kuningan Kaget Namanya Dicatut Beli Ferrari Rp 4,2 Miliar
- account_circle MFC Team
- calendar_month Jumat, 17 Apr 2026 14:21 WIB
- visibility 315
- comment 0 komentar
- print Cetak

Ilustrasi Guru Honorer di Kuningan Kaget Namanya Dicatut Beli Ferrari Rp 4,2 Miliar
info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.
Modus Telepon Misterius dan Iming-iming Rp 5 Juta
Jika ditarik ke belakang, Rizal teringat akan sebuah peristiwa mencurigakan pada awal April 2026. Ia mengaku pernah menerima panggilan telepon dari orang tak dikenal yang mengaku berasal dari wilayah Ciawigebang. Si penelepon secara terang-terangan bermaksud meminjam data KTP Rizal dengan alasan untuk keperluan pembelian mobil milik atasannya.
Meski sempat ditolak secara tegas, oknum tersebut tidak menyerah. Beberapa menit kemudian, ia kembali menghubungi Rizal dengan tawaran menggiurkan berupa uang kompensasi sebesar Rp 5 juta jika bersedia meminjamkan identitasnya.
“Saya tetap menolak. Saya tidak kenal siapa mereka dan untuk apa data saya dipakai. Tapi ternyata, meski saya menolak, identitas saya tetap dicatut,” jelasnya dengan nada kecewa.
Kasus guru honorer di Kuningan kaget namanya dicatut beli Ferrari ini menunjukkan bahwa para pelaku kejahatan data memiliki berbagai cara untuk mendapatkan apa yang mereka inginkan, bahkan ketika calon korban sudah berusaha waspada.
Dampak Hukum dan Ancaman Pajak Progresif
Pencatutan nama dalam pembelian barang mewah bukan sekadar masalah prestise semu. Bagi Rizal, hal ini adalah ancaman finansial yang nyata. Sebagai nama yang tercatat dalam faktur pembelian, Rizal secara otomatis memikul tanggung jawab atas pajak kendaraan bermotor (PKB) dan pajak barang mewah yang nilainya bisa mencapai ratusan juta rupiah per tahun.
Belum lagi risiko hukum jika di kemudian hari mobil tersebut terlibat dalam tindak pidana atau pencucian uang. Hal inilah yang mendasari Rizal untuk segera melaporkan kejadian ini ke pihak berwajib.
“Tujuannya untuk perlindungan diri. Saya hanya guru honorer, tidak mungkin sanggup membayar pajak sebesar itu. Dengan melapor, saya berharap tidak lagi dianggap bertanggung jawab atas keberadaan mobil tersebut,” tambahnya.
- Penulis: MFC Team




