Bocah di Batam Melarikan Diri dengan Rantai Terlilit di Tubuhnya, Mengaku Jadi Korban Kekerasan Ibu Kandung
- account_circle Bobby Suryo
- calendar_month Sabtu, 16 Nov 2024
- visibility 70
- comment 0 komentar
- print Cetak

Bocah di Batam Melarikan Diri dengan Rantai Terlilit di Tubuhnya, Mengaku Jadi Korban Kekerasan Ibu Kandung
info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.
Hasanah.id – Seorang anak perempuan berusia 13 tahun di Batam, Kepulauan Riau, berinisial AF, menjadi korban kekerasan yang diduga dilakukan oleh ibu kandungnya, JBD (37).
Dalam kondisi tubuh terikat rantai besi yang tebal, AF melarikan diri ke rumah tetangga untuk meminta bantuan. Peristiwa memilukan ini terjadi pada Senin (11/11/2024) sekitar pukul 08.30 WIB di wilayah Kecamatan Bengkong, Batam.
Menurut F, tetangga yang menerima AF, gadis itu datang dengan tubuh terlilit rantai yang dikunci, serta tali berwarna merah. Ketika ditanya, AF mengungkapkan bahwa dirinya kerap dipukul oleh ibunya.
“Saya sangat tidak tega melihat kondisinya. Saya langsung menghubungi Pak RT dan pemilik kontrakan untuk melaporkan kejadian ini,” ujar F, Kamis (14/11/2024).
F menjelaskan bahwa ia tidak mengetahui detail lebih lanjut, tetapi polisi segera datang ke lokasi untuk menangani situasi tersebut.
“Saya sempat menemui ibunya, tetapi dia malah semakin marah kepada anaknya. Saya hanya bisa mundur dan membiarkan pihak berwenang yang mengambil tindakan,” tambah F.
Setelah menerima laporan, pihak kepolisian langsung bergerak dan menemukan AF dalam keadaan lemah di rumah kontrakan. Berdasarkan pengakuan AF kepada polisi, ibunya sering menganiaya dirinya dengan memukul menggunakan sapu dan melilitkan rantai besi pada lehernya hingga dua kali putaran.
Akibatnya, AF mengalami sejumlah luka serius, termasuk kepala yang terluka parah, lecet di pelipis dan tangan, lebam di mata kiri, serta luka lainnya.
JBD, sang ibu, telah diamankan oleh pihak kepolisian untuk penyelidikan lebih lanjut. Sementara itu, F mengaku merasa bersalah atas kejadian tersebut, meskipun dirinya hanya berniat membantu.
“Saya sedih karena hubungan saya dengan JBD selama ini cukup baik, tetapi melihat kondisi anaknya seperti itu, saya tidak bisa diam saja,” tuturnya.
Kisah ini mengundang keprihatinan mendalam dari masyarakat, yang berharap AF mendapat perlindungan dan bantuan untuk memulihkan diri dari trauma yang dialaminya.
- Penulis: Bobby Suryo
