Disinggung terkait tema diskusi Kuliner dalam mewujudkan destinasi wisata di kota Cimahi. Ia menjelaskan bahwa pemimpin terdahulu Kota Cimahi sudah menggadang-gadang dan merencanakannya.
Meski demikian, entah seperti apa rencana tersebut gagal direalisasikan.
“Rencana Kuliner menjadi salah satu destinasi wisata yang sempat dilontarkan Walikota Cimahi pertama, tetapi gagal diwujudkan bahkan hingga kini wacana tersebut hanya sebatas wacana. Oleh karenanya, melalui diskusi Cimahi memilih inilah paling tidak kita akan mengingatkan calon pemimpin Kota Cimahi kedepan menjadi salah satu bagian dari visi misi yang MANTAP. Artinya kalau sudah MANTAP semua aspek sudah bisa diterapkan,” tegas Kanda.
Kanda pun menjelaskan, banyak contoh kabupaten atau kota lain yang sudah memasukkan kuliner sebagai destinasi wisata dalam program kerja pemerintahnya. Apalagi saat ini ditunjang dengan teknologi informasi, digitalisasi yang memudahkan aspek pemasaran.
“Banyak kota/kabupaten di Indonesia yang mendorong Kuliner menjadi destinasi wisata sebagai penggerak ekonomi masyarakat. Contoh kecil Yogyakarta, sebelumnya kalau ke Yogyakarta, kawasan Malioboro menjadi magnet bagi wisatawan. Kini sudah berubah, selain Malioboro ternyata banyak titik yang wajib dikunjungi wisatawan karena pengaruh informasi, digitalisasi yang berkembang dan dilakukan para pelaku Kuliner nya. Begitupun contoh lain di Sukabumi dengan makanan khasnya Moci. Wisatawan kini mulai melirik kearah edukasi bagaimana membuat atau memproduksi Moci akhirnya digiring ke lokasi pabrik dan otomatis akan membawa pulang merchandise atau oleh-oleh dari pabrik yang dikunjunginya. Fenomena ini akan terus berubah seiring perkembangan zaman dan teknologi,” ungkap Kanda.