Breaking News
Trending Tags

Beban Utang Rp1.350 Triliun Menanti Prabowo di Tahun Pertama Pemerintahan

  • account_circle Bobby Suryo
  • calendar_month Sabtu, 8 Feb 2025 09:50 WIB
  • visibility 180
  • comment 0 komentar
  • print Cetak

info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.

Hasanah.id – Presiden terpilih Prabowo Subianto akan menghadapi tantangan besar di awal pemerintahannya dengan kewajiban pembayaran utang negara yang mencapai sekitar Rp1.350 triliun pada 2025. Beban ini mencakup utang jatuh tempo serta bunga yang harus dibayarkan dalam satu tahun pertama kepemimpinannya.

Berdasarkan data Kementerian Keuangan, total utang pemerintah pusat hingga akhir Agustus 2024 sudah menyentuh angka Rp8.502,69 triliun.

Dari jumlah tersebut, utang yang jatuh tempo pada 2025 mencapai Rp800,33 triliun, terdiri dari Surat Berharga Negara (SBN) senilai Rp705,5 triliun dan pinjaman sebesar Rp94,83 triliun.

Tekanan finansial ini diprediksi akan terus meningkat, karena pada 2026 utang jatuh tempo diperkirakan naik menjadi Rp803,19 triliun, dengan rincian SBN sebesar Rp703 triliun dan pinjaman Rp100,19 triliun.

Tak hanya utang pokok, pembayaran bunga utang juga menjadi komponen besar dalam pengeluaran negara. Pada 2025, bunga utang yang harus dibayar mencapai Rp552,9 triliun, terdiri dari Rp497,62 triliun untuk bunga utang dalam negeri dan Rp55,23 triliun untuk bunga utang luar negeri.

Jika ditilik lebih dalam, tren pembayaran bunga utang terus mengalami peningkatan setiap tahunnya. Pada 2020, bunga utang yang dibayarkan hanya Rp314,1 triliun, kemudian meningkat menjadi Rp343,5 triliun pada 2021, Rp386,3 triliun di 2022, dan Rp439,9 triliun pada 2023. Sementara itu, outlook APBN 2024 mencatat angka Rp499 triliun, yang berarti pada 2025 terjadi kenaikan sekitar 10,8 persen.

Ikuti Kami Di:
Hasanah di Google News

  • Penulis: Bobby Suryo
expand_less