Prabowo Luncurkan B50, Proyeksi Hemat Devisa Rp170T
- account_circle khasanah
- calendar_month Jumat, 10 Jul 2026 06:13 WIB
- visibility 102
- comment 0 komentar
- print Cetak

Prabowo Luncurkan B50 Solar Dan Minyak Sawit Tekan Impor
info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.
Jakarta, Hasanah.id – Presiden Prabowo Subianto resmi meluncurkan program biodiesel B50 pada Kamis, 9 Juli 2026, di Rest Area KM 57, Kabupaten Karawang, Jawa Barat.
Peluncuran ini menandai pemberlakuan kebijakan bahan bakar campuran nabati yang efektif sejak 1 Juli 2026.
Dalam acara tersebut Presiden didampingi Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral Bahlil Lahadalia, Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Airlangga Hartarto, dan Direktur Utama PT Pertamina (Persero) Simon Aloysius Mantiri.
Saat peluncuran, Presiden dan pejabat terkait menekan sirene sebagai simbol dimulainya penggunaan luas biodiesel B50.
Implementasi diatur melalui Peraturan Menteri ESDM Nomor 4 Tahun 2025 tentang Pengusahaan dan Pemanfaatan Bahan Bakar Nabati.
Keputusan Menteri ESDM Nomor 257.K/EK.01/MEM.E/2026 menjadi dasar pelaksanaan teknis kebijakan ini.
Pemerintah memberi waktu bagi badan usaha bahan bakar minyak untuk menghabiskan stok dengan pencampuran B40 hingga 30 September 2026.
Langkah transisi tersebut dirancang agar distribusi dan pasokan tidak terganggu saat perubahan campuran bahan bakar berlangsung.
Pemerintah memproyeksikan dampak ekonomi yang signifikan dari penerapan biodiesel B50.
Catatan resmi menyebut program B40 pada 2025 menghemat devisa hingga Rp133,3 triliun.
Penulis khasanah
jurnalis dan penulisan konten digital di Hasanah.id yang mengkhususkan diri pada peliputan tren global, gaya hidup modern, dan isu-isu internasional terkini.




