Kondisi topografi merupakan faktor alam yang penting dalam menilai kerentanan suatu wilayah dan menduga risiko terjadinya bencana alam. Selain itu, faktor pengelolaan lahan secara intensif tanpa memperhatikan kaidah konservasi tanah dan air dapat memperbesar risiko terganggunya kesetimbangan kondisi ekologis kawasan yang akan menyebabkan kerugian bagi masyarakat di sekitarnya.
Data menunjukkan bahwa 69% kawasan Gunung Geulis didominasi oleh kelerengan curam dengan kemiringan lahan mencapai lebih dari 40%. Kondisi tutupan lahan oleh vegetasi pohon hutan pada lahan curam tersebut dapat membantu melindungi tanah dari longsor dan memelihara fungsi hidrologis sekitarnya. Terjadinya banjir bandang di Desa Sawahdadap serta meluapnya aliran sungai Cisurupan di tahun 2022 memberikan indikasi bahwa pemeliharaan fungsi lindung Gunung Geulis harus konsisten dilakukan dan menjadi perhatian semua pihak terkait.
Tim pengabdian masyarakat dari kelompok keahlian Teknologi Kehutanan SITH ITB yang terdiri dari Susana Paulina Dewi (ketua), Sopandi Sunarya (anggota) dan Yayat Hidayat (anggota) melalui skema PPMI 2023 melaksanakan kegiatan penanaman jenis pohon lokal bersama masyarakat desa Cikahuripan yang tergabung dalam kelompok tani hutan.