Harold Shipman, Dokter Maut yang Mengkhianati Sumpah Medis
- account_circle Isabelia
- calendar_month 26 Januari 2026, 17:35 WIB
- visibility 165
- comment 0 komentar
- print Cetak

Harold Shipman, dokter Inggris yang dikenal sebagai Dr.Death dalam kasus pembunuhan berantai.
info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.
Hasanah.id – Di balik jas putih dan sikap ramah seorang dokter, tersembunyi salah satu kisah kriminal paling mengerikan dalam sejarah modern Inggris. Harold Shipman, seorang dokter umum yang seharusnya menyelamatkan nyawa, justru dikenal dunia sebagai “Dr. Death”—dokter paling mematikan yang pernah tercatat.
Dokter yang Dipercaya, Pembunuh yang Tak Terduga
Harold Frederick Shipman dikenal sebagai dokter yang tenang dan berdedikasi, terutama terhadap pasien lanjut usia. Kepercayaan itu membuat banyak orang tak pernah menyangka bahwa ia menyimpan sisi gelap yang mengerikan. Dengan memanfaatkan pengetahuan medis dan akses obat-obatan, Shipman secara sistematis mengakhiri hidup pasien-pasiennya.
Metode yang digunakan tergolong senyap: suntikan obat penghilang rasa sakit dalam dosis mematikan. Banyak korban meninggal di rumah mereka sendiri, dalam kondisi yang tampak alami dan jarang menimbulkan kecurigaan.
Pola Kematian yang Terlalu Sering
Selama bertahun-tahun, angka kematian di sekitar praktik Shipman tergolong tinggi, namun luput dari perhatian serius. Ia kerap menjadi dokter yang menandatangani surat kematian pasiennya sendiri. Banyak jenazah yang dikremasi, sehingga bukti forensik sulit dilacak.
Penyelidikan di kemudian hari memperkirakan jumlah korban Shipman mencapai lebih dari 200 orang, menjadikannya salah satu pembunuh berantai paling produktif dalam sejarah dunia—sebuah fakta yang mengejutkan publik dan komunitas medis internasional.
- Penulis: Isabelia
- Sumber: Hasanah.id



