Selain itu, Hasto mengatakan, bentuk transparansi ini juga untuk memberikan pendidikan politik yang baik kepada masyarakat.
“Kami undang lima personel, dua dari BPN dan tiga dari pengamat politik, dan disaksikan oleh media dan perwakilan mahasiswa, untuk melihat pusat hitung suara kami. Lalu, setelah itu, giliran kami datang ke Pusat Hitung BPN. Biar rakyat tahu, mana yang klaim dengan bukti, dan pihak mana yang memprovokasi,” kata dia.
Sebelumnya, Anggota Dewan Pengarah Badan Pemenangan Nasional (BPN) Prabowo-Sandiaga, Fadli Zon mengatakan, penghitungan internal koalisinya dilakukan di beberapa tempat dan berpindah-pindah. Sebab itu dilakukan, karena alasan takut diretas.
Ia menyebutkan, sejumlah tempat penghitungan suara internalnya di antaranya dilakukan di kediaman Prabowo Subianto, Kertanegara, dan kantor DPP Partai Gerindra.
“Ada, ada di beberapa tempat. Di Kertanegara ada, di DPP ada pengumpulan-pengumpulan C1 dan bukti-bukti. Iya, kalau tidak salah di DPP Gerindra. Itu kan memang, ada direktorat-direktoratnya. Ada yang satgas, ada yang lain-lain,” kata Fadli, kemarin.