Breaking News
Trending Tags

Mohammad Bagher Ghalibaf membantah klaim AS soal dana

  • account_circle khasanah
  • calendar_month Minggu, 28 Jun 2026 10:18 WIB
  • visibility 98
  • comment 0 komentar
  • print Cetak

info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.

Jakarta, Hasanah.id – Ketegangan diplomatik muncul kembali setelah nota kesepahaman yang diteken pada 17 Juni 2026 memicu perdebatan soal akses dan penggunaan aset Iran dibekukan.

Kepala delegasi negosiasi Iran, Mohammad Bagher Ghalibaf, segera menanggapi klaim yang mengaitkan pembukaan dana dengan kewajiban pembelian produk pertanian Amerika.

Ghalibaf menulis di platform X bahwa interpretasi mengenai aset Iran dibekukan sebagai dana yang harus digunakan untuk membeli gandum, kedelai, dan jagung dari petani AS adalah salah pengertian atau klaim sepihak.

Dalam cuitannya ia juga menyinggung soal ketidakcocokan antara kebutuhan pertanian Iran dan produk ekspor Amerika yang disebut termasuk kedelai GMO.

Dokumen nota kesepahaman menegaskan bahwa sejumlah aset yang sempat dibekukan akibat sanksi akan dapat diakses kembali oleh pihak Teheran.

Namun ketentuan teknis terkait penggunaan sebagian dana tidak diatur secara rinci dalam teks awal MoU sehingga memunculkan perbedaan tafsir di antara para pihak yang terlibat.

Beberapa pernyataan yang dikaitkan dengan tokoh politik di AS menimbulkan polemik karena dianggap mewajibkan alokasi dana untuk pembelian produk pertanian Amerika.

Iran menilai klaim semacam itu sebagai potensi pengikisan kedaulatan mengenai pemanfaatan aset negara dan mempertanyakan itikad baik dalam penerapan kesepakatan.

Ikuti Kami Di:
Hasanah di Google News

Avatar of khasanah

Penulis

jurnalis dan penulisan konten digital di Hasanah.id yang mengkhususkan diri pada peliputan tren global, gaya hidup modern, dan isu-isu internasional terkini.

expand_less