Pengamat Politik: Hari Jadi Kota Cimahi Ke 24 Masih Belum Mantap Apalagi HEPI
- account_circle Unggung Rispurwo
- calendar_month Minggu, 22 Jun 2025
- visibility 44
- comment 0 komentar
- print Cetak

Ilustrasi
info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.
HASANAH.ID – CIMAHI. Kota Cimahi genap berusia 24 tahun yang jatuh pada tanggal 21 Juni 2025. Sejumlah rangkaian kegiatan dilakukan pemerintah Kota Cimahi dalam peringatannya, termasuk kedatangan Gubernur Jawa Barat, Kang Dedi Mulyadi (KDM), Sabtu 21/06/2025.
KDM hadir dalam rapat paripurna yang digelar di kantor DPRD Kota Cimahi usai upacara peringatan Hari Jadi Kota Cimahi Ke 24 disambut hangat masyarakat Kota Cimahi.
Sejumlah elemen masyarakat menilai, Kehadiran KDM di Kota Cimahi selain menjadi buah bibir, banyak masyarakat berharap kinerja pemerintah dalam hal ini pasangan Wali Kota dan Wakil Wali Kota Cimahi untuk berbuat melakukan hal yang sama.
“Peringatan Hari Jadi Kota Cimahi ini Kami menilai masih sama dengan tahun-tahun sebelumnya, tidak ada perubahan signifikan dengan adanya pergantian kepemimpinan Ngatiyana dan Adhitia Yudistira, bahkan kalau kita lihat bersama lebih cenderung dinikmati atau dirayakan oleh para ASN Kota Cimahi dan tidak menyentuh masyarakat sama sekali. Artinya masyarakat hanya menjadi objek saja, sementara masyarakat berharap adanya satu perubahan yang signifikan,” kata Kanda Kurniawan, Pengamat Politik Kota Cimahi, saat diwawancarai, Sabtu, 21/06/2025.
Disinggung kinerja 100 hari kerja Pasangan Wali Kota dan Wakil Wali Kota Cimahi, Kanda menyebutkan jika membandingkan kinerja KDM di Jawa Barat tentu masih jauh dari tingkat kepuasan.
“Sebagai masyarakat Kota Cimahi, kehadiran KDM tentu kita akan membandingkan kinerja beliau di Jawa Barat yang banyak menyentuh langsung terhadap persoalan masyarakat, daripada pemimpin Kota Cimahi saat ini, yang masih berkutat dalam agenda ceremony dan kedinasan di internal ASN, kalau kita nilai masih belum Mantap apalagi HEPI seperti yang digadang-gadang dalam janji politiknya,” imbuhnya.
Menurut Kanda, kepemimpinan KDM seharusnya bisa diteladani, seperti saat disampaikan dalam konferensi persnya KDM menyebutkan jika pembagian tugas harus sistematis antara Gubernur, Wakil Gubernur dan Sekda Jawa Barat.
“Ini harusnya menjadi perhatian atau contoh bagi pemimpin Kota Cimahi, saya menyarankan daripada membuka acara-acara yang dilakukan dinas, lebih baik membuka pintu-pintu persoalan warga, turun langsung pada persoalan, dicatat dan disiapkan anggarannya untuk tahun depan,” tegas Kanda.
Ia berharap di usianya ke 24, Kota Cimahi harus segera membenahi diri, jika melihat RPJMD dan APBD perlu di butuhkan penataan struktur, seperti dikatakan KDM yang menilai pembangunan infrastruktur Kota Cimahi sudah lebih baik.
“Saat ini Kota Cimahi memasuki usia 24, yaitu usia produktif, tetapi kita belum melihat perubahan signifikan, ekonomi belum tumbuh signifikan, pengangguran masih tinggi, persoalan lingkungan masih belum selesai, sudah saatnya usia 24 Kota Cimahi menjadi rumah yang nyaman bagi masyarakatnya,” tandasnya.
Sisi lain, kehadiran KDM di Kota Cimahi menjadi magnet tersendiri bagi masyarakat Kota Cimahi. Masyarakatpun berharap kepemimpinan Kota Cimahi kedepan bisa lebih baik dari saya ini.
“Ada KDM di Kota Cimahi, Kita ingin melihat sosok pemimpin yang dicintai rakyatnya, semoga saja Wali Kota Cimahi bisa berbuat yang sama seperti KDM,” Kata Rahmat, warga Baros, saat ditemui di Pendopo DPRD Kota Cimahi. (Uwo-)***
- Penulis: Unggung Rispurwo
