Berangkat dari rasa kepedulian terhadap sesama penyandang disabilitas, Tatang (50), seorang pria tunanetra, tergerak hatinya untuk membangun Sekolah Luar Biasa (SLB) pada tahun 2003 silam. Ia merelakan rumah tempat tinggalnya untuk dijadikan SLB.
Tatang menghabiskan 16 tahun hidupnya untuk merintis membangun sebuah sekolah yang ia beri nama SLB ABCD Caringin. Sekolah yang terletak di Jalan Holis, Gang Faqih RT 2 RW 9, Kecamatan Babakan Ciparay, Kota Bandung ini berada di bawah naungan Yayasan Lara Adam Mulya. Pada awal pembangunan, sekolah ini hanya memiliki 5 murid saja.
Tatang sendiri mengalami gangguan penglihatan sejak lahir. Sampai ketika ia duduk di bangku SMP, dokter memutuskan untuk mengoperasi matanya agar dapat memakai kacamata. Namun sayang, operasi tersebut gagal hingga menyebabkan matanya buta total. Tapi hal itu tidak menyurutkan semangatnya. Ia bahkan berhasil meneruskan sekolahnya hingga lulus dari Antropologi Fisip Unpad pada tahun 1998.