Pencemaran yang diakibatkan oleh pembuangan limbah pengolahan kulit Sukaregang, kini kembali diprotes warga. Kali ini giliran para petani di wilayah Kelurahan Sukamenteri, Kecamatan Garut Kota yang meradang karena sawahnya terkena dampak dari limbah kulit Sukaregang.
Mereka mengeluhkan kondisi air yang digunakan untuk mengairi sawah mereka yang sudah sedemikian parahnya tercemar limbah kulit Sukaregang. Hal ini menyebabkan hasil panen padi mereka terus mengalami penurunan bahkan tak sedikit pula yang sampai gagal panen.
“Limbah dari pengolahan kulit Sukaregang benar-benar sudah sedemikian parah mencemari saluran air yang selama ini kami gunakan untuk mengairi sawah kami. Limbah kulit bukan hanya menyebabkan air menjadi bau tapi juga warnanya sudah sangat pekat,” ujar Dede, salah seorang petani warga Kelurahan Sukamenteri.
Dikatakannya, hal ini tentu sangat berdampak terhadap pertumbuhan tanaman padai milik para petani. Bukan hanya lamban pertumbuhannya, tanaman padi juga tak membuahkan hasil yang maksimal bahkan ada juga yang sampai gagal penen.