Dengan terus menurunnya hasil produksi padi, diakui Dede tentu juga sangat berpengaruh terhadap pendapatan para petani. Akibatnya, jangankan untuk membayar pajak tanah, untuk pemenuhan kebutuhan sehari-haripun sangat sulit.
“Saya ini kan petani yang hanya mengandalkan pendapatan dari hasil panen padi di sawah. Jika produksinya terus menurun bahkan kadang gagal panen, darimana saya mau punya uang untuk bayar pajak?” katanya.
Ia dan petani lainnya di Sukamenteri, tuturnya, bukannya tak mau menjadi warga yang taat dengan cara memenuhi kewajiban membayar pajak. Namun kondisilah yang mengakibatkan para petani ini tak mampu membayar pajak.
Tak ada uang
Banyaknya warga terutama petani di wilayah Kelurahan Sukamenteri yang tak mau membayar pajak juga dibenarkan oleh petugas pajak lapangan Kelurahan Sukamenteri, Deni Herdiana. Hal ini memang ada kaitanya dengan penurunan hasil panen padi mereka akibat air yang mereka gunakan untuk mengairi sawah mereka tercemar limbah kulit.