“Saya memang belum ada data dari keluarga perwira siswa itu yang positif, tapi perintah saya jelas bahwa saat berita itu masuk tolong di-tracing keluarganya karena ada pesiar waktu libur dalam seminggu ada sehari mereka kembali dan hasilnya berapa belum kami tahu,” ucapnya.
Sementara itu, Kepala Dinas Kesehatan Provinsi Jabar Berli Hamdani menambahkan, rapid test terhadap warga yang tinggal di sekitar Secapa AD sudah dilakukan. Namun hasilnya sampai saat ini belum keluar.
“Kalau memang ada warga reaktif itu kita tindak lanjut dengan tes swab. Sampai hari ini kita belum menerima laporan adanya yang reaktif rapid test,” ucap Berli.
Terkait tempat transaksi jual beli atau tempat keramaian di wilayah sekitar Secapa AD, Berli mengaku masih melakukan penelusuran. Tidak menutup kemungkinan tes juga akan dilakukan di sana.
“Jadi, yang sudah kita lakukan yaitu mencari ke mana saja peserta didik itu melakukan aktivitas,” ujar Berli.
Diketahui, Secapa TNI AD di Kota Bandung, Jawa Barat menjadi klaster penularan virus corona baru. Tercatat per Kamis 9 Juli 2020, penambahan kasus harian positif Covid-19 di Jabar mencapai 962 orang.