Sumedang Dianggap Paling Siap Terapkan Digital Government di Indonesia
- account_circle Bobby Suryo
- calendar_month 06 Desember 2025, 10:30 WIB
- visibility 93
- comment 0 komentar
- print Cetak

Sumedang Dianggap Paling Siap Terapkan Digital Government di Indonesia
info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.
Hasanah.id – Wakil Bupati Sumedang, M. Fajar Aldila, menjadi pembicara kunci dalam workshop bertajuk “IPv6 Technology Implementation by Local Government to Boost Local Economic Value and Enhance Public Services Experience” yang diselenggarakan di Hotel Ritz-Carlton Mega Kuningan, Jakarta Selatan, Kamis (4/12/2025).
Acara yang dihadiri perwakilan negara sahabat seperti Jepang dan Malaysia, sejumlah perusahaan teknologi internasional, serta berbagai kementerian dan lembaga di Indonesia ini menjadi ajang bagi Fajar untuk menjelaskan bagaimana Kabupaten Sumedang mampu menjadi daerah rujukan nasional dalam transformasi digital dan pembangunan Smart City menuju konsep “Gigabyte City”.
Dalam paparannya, Fajar menyampaikan bahwa Sumedang kini menjadi salah satu daerah paling siap dan paling matang dalam penerapan pemerintahan digital. Berbagai inovasi telah dibangun, mulai dari interoperabilitas data lintas sektor, Command Center terintegrasi, layanan WhatsApp BOT “WA KEPO”, digitalisasi penanganan stunting melalui Simpati Jitu, Dashboard Makan Bergizi Gratis dengan dukungan AI, Super App Tahu Sumedang, hingga sistem pelayanan ibu hamil dan akta kelahiran otomatis melalui Jampe Harupat.
Ia turut memperlihatkan bagaimana Command Center Sumedang bekerja, termasuk akses data real-time mengenai APBD, perpajakan, kesehatan masyarakat, hingga pemantauan tren penyakit. “Good data, good decision, good result. Data yang baik melahirkan keputusan yang tepat dan hasil yang maksimal,” kata Fajar mengutip pesan Bupati Sumedang, Dony Ahmad Munir.
Lebih jauh, Fajar menekankan pentingnya migrasi menuju IPv6. Menurutnya, transisi ini bukan hanya persoalan teknis, tetapi menjadi pondasi untuk pengembangan ekonomi daerah. “Layanan digital yang makin berkembang akan membutuhkan IP Address yang lebih besar. Smart City tidak akan berkembang tanpa IPv6,” jelasnya.
Implementasi IPv6 dinilai akan memperkuat jaringan IoT, sistem keamanan digital pemerintah, tata kelola cerdas berbasis AI, hingga infrastruktur pertanian pintar. Fajar menyampaikan visinya membawa Sumedang menuju Gigabyte City, yakni wilayah dengan konektivitas masif dan penggunaan AI di berbagai sektor pemerintahan.
Dalam kesempatan itu, Fajar juga mengundang investor global untuk menanamkan modal di Sumedang. Ia memperkenalkan platform Sumedang Investment Experience (SIX)—layanan digital yang memudahkan proses investasi tanpa pungutan liar serta menyediakan pendampingan perizinan yang terintegrasi.
Tak lupa, ia turut mempromosikan potensi pariwisata Sumedang seperti Curug Cigorobog, Menara Kujang Sapasang, dan Waduk Jatigede yang disebutnya sebagai “Mini Raja Ampat dari Bendungan”.
“Investasi akan membuka lapangan kerja, memperkuat PAD, dan pada akhirnya meningkatkan kesejahteraan masyarakat,” tegasnya.
- Penulis: Bobby Suryo



