Fakta Mengejutkan! Meutya Hafid Sebut 80 Ribu Anak di Bawah 10 Tahun Sudah Terpapar Judi Online
- account_circle khasanah
- calendar_month Kamis, 14 Mei 2026 07:18 WIB
- visibility 436
- comment 0 komentar
- print Cetak

Menteri Komunikasi dan Digital (Komdigi), Meutya Hafid diacara Indonesia.go.id Menyapa Medan: Gass Pol Tolak Judol di Medan Amplas, Rabu (13/5/26).(Dokumentasi Pemko Medan).
info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.
Infrastruktur Digital dan Tantangan Provider Internet
Selain peran pemerintah, penyedia jasa internet (ISP) sebenarnya memiliki tanggung jawab infrastruktur yang sangat besar dalam membendung arus judi online. Saat ini, sistem penyaringan konten di Indonesia masih sering kali tertinggal dibandingkan dengan kecepatan para bandar judi dalam menciptakan domain baru setiap harinya.
Dibutuhkan teknologi Artificial Intelligence (AI) pada level provider yang mampu mendeteksi pola lalu lintas data mencurigakan secara real-time. Jika provider internet mampu memperketat filter “safe search” secara otomatis untuk pengguna yang terdeteksi menggunakan profil anak, maka peluang munculnya iklan judi terselubung bisa ditekan secara signifikan sebelum mencapai layar gadget mereka.
Langkah Darurat: Apa yang Harus Dilakukan Jika Anak Terpapar?
Bagi orang tua yang mendapati anak mereka sudah terpapar atau mulai menunjukkan tanda-tanda kecanduan judi digital, langkah pertama yang harus dilakukan bukanlah tindakan represif atau kemarahan yang meledak-ledak. Pendekatan persuasif jauh lebih efektif untuk memahami sejauh mana anak telah masuk ke dalam ekosistem tersebut.
Orang tua disarankan untuk segera melakukan audit terhadap perangkat digital anak, memeriksa riwayat transaksi pada dompet digital, serta mengganti semua kata sandi akun yang terhubung dengan akses pembayaran.
Jika diperlukan, konsultasi dengan psikolog anak sangat dianjurkan untuk memutus pola adiksi dopamin yang sudah terbentuk akibat mekanisme hadiah instan dari judi online tersebut.
Penulis khasanah
jurnalis dan penulisan konten digital di Hasanah.id yang mengkhususkan diri pada peliputan tren global, gaya hidup modern, dan isu-isu internasional terkini.




