Fakta Mengejutkan! Meutya Hafid Sebut 80 Ribu Anak di Bawah 10 Tahun Sudah Terpapar Judi Online
- account_circle khasanah
- calendar_month Kamis, 14 Mei 2026 07:18 WIB
- visibility 434
- comment 0 komentar
- print Cetak

Menteri Komunikasi dan Digital (Komdigi), Meutya Hafid diacara Indonesia.go.id Menyapa Medan: Gass Pol Tolak Judol di Medan Amplas, Rabu (13/5/26).(Dokumentasi Pemko Medan).
info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.
Anak-Anak Jadi Sasaran Empuk di Ruang Digital
Perkembangan teknologi digital telah mengubah pola konsumsi hiburan masyarakat, termasuk anak-anak. Saat ini, penggunaan ponsel dan tablet sudah menjadi bagian dari kehidupan sehari-hari bahkan sejak usia dini.
Banyak anak menggunakan perangkat digital untuk bermain game, menonton video, atau mengakses media sosial. Namun di balik aktivitas tersebut, terdapat ancaman tersembunyi yang sering kali luput dari perhatian orang tua.
Judi online kini berkembang dengan strategi promosi yang semakin sulit dikenali. Sejumlah platform menggunakan tampilan menyerupai permainan biasa agar pengguna, termasuk anak-anak, tidak menyadari bahwa mereka sedang diarahkan pada aktivitas perjudian.
Ada pula iklan yang muncul dalam bentuk hadiah virtual, bonus permainan, atau tautan promosi yang disisipkan dalam aplikasi gratis. Dari situlah anak-anak mulai terpapar dan perlahan masuk ke dalam ekosistem judi digital.
Dalam beberapa kasus, anak-anak bahkan menggunakan akun atau rekening milik orang tua untuk melakukan transaksi. Banyak orang tua baru menyadari setelah terjadi pengurangan saldo atau aktivitas mencurigakan pada perangkat mereka.
Kondisi ini membuat pemerintah semakin serius memperhatikan keamanan digital anak di Indonesia. Sebab jika tidak segera ditangani, dampaknya bisa jauh lebih besar dalam jangka panjang.
Dampak Psikologis dan Sosial yang Mengkhawatirkan
Paparan judi online pada usia dini dinilai memiliki konsekuensi serius terhadap perkembangan psikologis anak. Pada usia di bawah 10 tahun, anak belum memiliki kemampuan emosional yang matang untuk memahami risiko maupun konsekuensi dari perjudian.
Penulis khasanah
jurnalis dan penulisan konten digital di Hasanah.id yang mengkhususkan diri pada peliputan tren global, gaya hidup modern, dan isu-isu internasional terkini.




