”Saat ini, perlu regenerasi petani. Perubahan tantangan di sektor pertanian semakin berat. Perlu pelaku utama yang adaptif terhadap perubahan, teknologi semakin maju, dan globalisasi,” paparnya.
Iis mengungkapkan dengan pemanfaatan teknologi, diharapkan petani milenial dapat menembus pasar global. Selain itu, sejumlah upaya akan dilakukan untuk mempromosikan komoditas petani milenial.
Ia berharap, petani milenial bisa mempersiapkan komoditas apa yang diminati pasar di negara-negara tujuan ekspor.
“Oleh karena itu, Pemprov Jabar telah menjadikan swasembada pangan untuk mencapai ketahanan pangan sebagai salah satu mesin ekonomi Jabar pascapandemi Covid-19. Dengan ketahanan pangan, krisis pangan dapat dicegah. Dan petani milenial berperan penting untuk mewujudkannya,” pungkasnya.***