“Entah seperti apa alasannya, pemerintah provinsi belum juga memperbaiki akses jalan tersebut. Dikhawatirkan ada longsor susulan, soalnya di lokasi sekitar sering terjadi getaran. Selain itu juga hal ini menjadi ancaman bagi pengguna jalan,”ujar Beny disela acara diskusi, Sabtu (4/2/2023).
Beny mengungkapkan jika berbicara dampak, sudah tak ternilai kerugian yang dialami masyarakat yang mengandalkan akses tersebut.
“Ini akan berdampak langsung terhadap terpuruknya perekonomian masyarakat yang mengandalkan sektor pariwisata akibat dari merosotnya tingkat kunjungan wisatawan,”ungkapnya.
Sementara dari sudut pandang para ormas dan LSM mengatakan pemerintah terkesan molor dan terkesan menelantarkan perbaikan jalan ini. Soalnya bencana longsor ini sudah lama sekitar tiga tahun.
“Titik permasalahannya dimana sehingga pemerintah belum memperbaikinya, apakah belum ada anggaran atau belum ada metoda atau belum ada perencanaannya,”katanya.
Para Ormas menyebutkan meskipun ada informasi bahwa dari provinsi sudah membahasnya namun mau sampai kapan ini akan dilakukan perbaikan.