“Kita sedang mengejar ketertinggalan, baik dalam aspek pemenuhan gizi maupun pendidikan. Coba lihat data, berapa persen penduduk Indonesia yang lulus sarjana, SMA, atau SMP? Kita harus memperbaiki kondisi ini,” jelasnya.
Menurut Prasetyo, pemerintah juga melakukan efisiensi anggaran untuk memastikan pemenuhan kebutuhan tersebut. Ia meminta mahasiswa memahami keterbatasan ruang fiskal yang dihadapi negara.
“Pemerintah bekerja keras untuk merealokasi anggaran dengan efisiensi. Bukan berarti tidak dibelanjakan, tetapi dialokasikan untuk hal-hal yang lebih mendesak guna mengejar ketertinggalan,” pungkasnya.