Sejak berdiri pada 20 Juli 1903, Paguyuban Pasundan tak hanya mempersatukan “urang Sunda” tetapi telah berkontribusi di berbagai bidang. Mulai di bidang sosial budaya, pendidikan, kepemudaan, hingga ekonomi.
Diungkapkan Wali Kota Bandung, Oded M. Danial peran Paguyuban Pasundan selama ini konsisten memberi sumbangsih nyata dalam pembangunan Indonesia dan khususnya kota Bandung.
“Paguyuban Pasundan memiliki lembaga pendidikan mulai dari SD, SMP, SMA hingga perguruan tinggi. Di bidang kebudayaan, kontribusi Paguyuban Pasundan sudah tak perlu diragukan,” kata Oded di Pendopo Kota Bandung Jalan Dalem Kaum, Sabtu (20/7).
Tak hanya berperan dalam dunia pendidikan, lanjut Oded, peran Paguyuban Pasundan di sektor ekonomi pun manfaatnya nyata dirasakan, terutama kiprahnya dalam memerangi kemiskinan melalui sejumlah badan dan unit di bawah naungannya.
Oded mencatat, paguyuban Pasundan telah membina sekitar 1.600 UKM di Indonesia, bukan hanya di Jawa Barat. Oleh karenanya, dia sangat berharap, Paguyuban Pasundan di usainya ke-116 tahun bisa terus berkontribusi untuk Indonesia, Jawa Barat, dan juga Kota Bandung.