“Dan kepada wisatawan untuk sementara tidak mengunjungi pantai sampai batas waktu yang tidak ditentukan,” tulis pernyataan tersebut.
Hingga 27 Desember 2018, Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Provinsi Banten mencatat 306 orang meninggal dunia, 709 luka-luka, 46 orang hilang, dan 14.587 orang mengungsi.
Sedangkan kerugian material diperkirakan berupa 526 unit rumah, 33 roda empat, 42 roda dua, dan 14 hotel/vila, serta 60 warung, 215 gazebo, dan 44 unit perahu. Adapun wilayah yang terdampak tsunami Selat Sunda ini di Banten ini terpusat di Kabupaten Pandeglang dan Kabupaten Serang.
Sementara itu, Gunung Anak Krakatau masih mengeluarkan asap hitam dan awan panas sejak Jumat dini hari. Laporan itu berdasarkan pengamatan stasiun pengamatan di Pulau Sertung.
Kepala Pos Pengamatan Gunung Anak Krakatau Windi Cahya Untung menyampaikan awan panas mengarah ke Samudra Hindia. Suara dentuman juga mengiringi aktivitas vulkanik.
“Asap kawah bertekanan kuat teramati berwarna hitam dengan intensitas tebal dan tinggi 200-600 meter di atas puncak kawah. Teramati awan panas ke arah selatan,” kata Windi.