Breaking News
Trending Tags
Beranda » Berita » Potensi Monopoli Distribusi Siaran, Chanel FTA Timbulkan Kegelisahan

Potensi Monopoli Distribusi Siaran, Chanel FTA Timbulkan Kegelisahan

  • account_circle kusnadi
  • calendar_month Senin, 28 Jul 2025
  • visibility 83
  • comment 0 komentar
  • print Cetak

info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.

HASANAH.ID – Maraknya dugaan kriminalisasi terhadap operator lokal (LCO) dan hotel-hotel yang menayangkan siaran Free To Air (FTA) maupun channel premium seperti HBO di Indonesia.

Kasus ini menimbulkan kegelisahan karena memperlihatkan adanya tumpang tindih antara praktik industri, regulasi yang ambigu, dan potensi monopoli distribusi siaran.

1. Harga HBO di Hotel: Murah Tapi Meragukan Legalitasnya

Banyak operator Pay TV di Indonesia menjual paket siaran HBO ke hotel dengan harga Rp3 juta hingga Rp7 juta per bulan untuk hotel dengan kapasitas 150 kamar ke atas, disertai total siaran lebih dari 50 channel.

Sementara HBO Bulk (hbobulk.com) menyatakan bahwa lisensi hospitality dihitung per kamar dan per properti, dengan rebate USD 7-10 per kamar per bulan (USD 7 untuk kontrak 3 tahun, USD 9-10 untuk 4-5 tahun).

Jika harga tersebut diterapkan pada 150 kamar, maka tarif seharusnya sekitar Rp15-21 juta/bulan hanya untuk HBO saja, namun kenyataannya harga paket yang dijual jauh di bawah angka itu-dengan tambahan puluhan channel-menimbulkan kekhawatiran besar.

  • Penulis: kusnadi
expand_less