Hasanah.id – Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) sekaligus Ketua Umum Golkar, Bahlil Lahadalia, menegaskan bahwa Presiden Prabowo Subianto tidak melakukan intervensi dalam pembentukan struktur kepengurusan Daya Anagata Nusantara (Danantara). Bahlil memastikan tidak ada “titipan” dari Presiden, menandakan bahwa badan pengelola investasi ini benar-benar dijalankan secara profesional.
“Danantara ini seperti Temasek-nya Singapura, sebuah lembaga keuangan milik negara yang harus dikelola secara profesional dan kredibel. Pak Prabowo bahkan tidak menitipkan satu orang pun dalam strukturnya,” ungkap Bahlil.
Pernyataan ini menegaskan komitmen pemerintah untuk memastikan bahwa Danantara menjadi institusi yang murni berbasis kompetensi dan integritas. Menurut Bahlil, keputusan tersebut bertujuan agar Danantara bisa berkembang menjadi lembaga kebanggaan nasional dan berkontribusi besar terhadap pertumbuhan ekonomi Indonesia.
Bahlil juga tidak mempermasalahkan masuknya sejumlah tokoh ternama, termasuk Presiden ke-6 RI Susilo Bambang Yudhoyono (SBY) dan Presiden ke-7 RI Joko Widodo (Jokowi), dalam kepengurusan Danantara. Ia yakin bahwa kehadiran mereka di dalam struktur organisasi didasarkan pada kapabilitas dan pengalaman mereka.