Satria Muda Rebut Game 1 Final IBL Oasis+ All Indonesian 2024
- account_circle hasanah 006
- calendar_month Jumat, 4 Okt 2024
- visibility 76
- comment 0 komentar
- print Cetak

Satria Muda Rebut Game 1 Final IBL Oasis+ All Indonesian 2024/DOK.IBL
info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.
HASANAH.ID, JAKARTA – Siapa yang menyangka Pelita Jaya Jakarta harus menelan pil pahit di Game 1 Final IBL Oasis+ All Indonesian 2024? Meski sempat unggul dengan selisih 11 poin di kuarter kedua, Pelita Jaya akhirnya takluk dari Satria Muda Pertamina Jakarta dengan skor 80-76.
Pertandingan yang berlangsung Kamis malam (3/10) di Hall Basket Senayan, Jakarta, ini penuh dengan drama, terutama di babak kedua saat Satria Muda berhasil bangkit dan mengamankan kemenangan.
Pada babak pertama, Pelita Jaya terlihat dominan. Mereka mampu memimpin hingga 11 poin, tetapi momentum mulai berubah di paruh kedua. Ketika Vincent Kosasih kembali dimasukkan di awal kuarter ketiga, Pelita Jaya sempat memperlebar jarak menjadi 51-43 dalam waktu tiga menit.
Namun, Satria Muda tidak menyerah begitu saja. Dua tembakan tiga angka berturut-turut dari Avan Seputra dan Ali Bagir membuat skor kembali imbang 53-53. Dari titik ini, giliran Pelita Jaya yang berada di bawah tekanan.
Baca Juga: Kapolda Jabar Hadiri Pelepasan Kontingen Jawa Barat untuk Peparnas XVII/2024 di Solo
Kuarter ketiga berakhir dengan keunggulan tipis bagi Satria Muda, 60-58. Ketegangan terus meningkat saat kedua tim saling berbalas poin di lima menit terakhir. Kedua tim bergantian memimpin, dengan dua kali skor sempat sama kuat.
Pada sisa satu setengah menit, Satria Muda mendapatkan momentum yang menentukan. Umpan back-door dari Avan Seputra diselesaikan dengan baik oleh Julian Chalias, membuat Satria Muda unggul 78-76. Pelita Jaya tidak mampu membalikkan keadaan, dan Satria Muda berhasil menjaga keunggulan hingga peluit akhir berbunyi.
Selain itu, penampilan Julian Chalias menjadi salah satu kunci kemenangan Satria Muda di Game 1 ini. Pemain asal Bali tersebut mencetak double-double, dengan torehan 12 poin dan 15 rebound. Ia juga menjadi penentu di momen-momen krusial, termasuk saat mencetak poin penting dari umpan back-door di menit-menit akhir.
“Pelita Jaya tim yang berbakat. Saya sudah memperkirakan akan ada pertarungan fisik yang keras di pertandingan ini. Sejujurnya, ini adalah pertandingan yang menyenangkan bagi saya. Namun, ini baru permulaan, ada satu lagi yang harus kami menangkan,” ujar Chalias usai pertandingan.
Perolehan poin Satria Muda dipimpin oleh Abraham Damar Grahita, yang mencetak 19 poin, sementara Avan Seputra menyumbang 11 poin. Di sisi Pelita Jaya, Arighi menjadi pencetak poin terbanyak dengan 15 poin, disusul oleh Brandon Jawato yang mencetak double-double dengan 12 poin dan 11 rebound. Andakara Prastawa Dhyaksa juga tampil apik dari bangku cadangan, menambahkan 11 poin untuk Pelita Jaya.
Kemenangan ini membuat Satria Muda hanya tinggal satu langkah lagi untuk mengamankan gelar juara. Namun, Pelita Jaya masih memiliki kesempatan untuk bangkit di Game 2 yang akan digelar pada Sabtu, 5 Oktober. Pertandingan ini diprediksi akan semakin sengit, mengingat kedua tim memiliki kualitas dan daya saing yang seimbang.
Baca Juga: KLHK Terbitkan Permen 10 Tahun 2024 untuk Lindungi Pejuang Lingkungan Hidup
Sebelum Game 2 digelar, akan ada pertandingan perebutan tempat ketiga antara Dewa United Banten dan Prawira Harum Bandung. Pertandingan ini juga dipastikan menarik, mengingat kedua tim memiliki ambisi untuk menutup musim dengan prestasi di podium. (Farhan Dentamayall)
- Penulis: hasanah 006
