
Ia mengungkapkan, selain memecahkan rekor dunia, tarian tersebut dilakukan dalam rangka memberikan pembinaan kepada napi yang ada di seluruh Indonesia.
“Ini salah satu upaya dari kami Kemenkum HAM untuk berkontribusi kepada negara dalam rangka Indonesia Bekerja, melalui pembinaan ini kita berolahraga atau berkreasi hasil pembina di seluruh Indonesia. Ini dilakukan secara live dan terpusat di Lapas Kelas 1 Tangerang,” ungkapnya.
Sementara itu di Jawa Barat sendiri yang terlibat lebih dari 3.800 warga binaan di 38 lapas. Setiap lapas mengikutsertakan 100 napi dalam kegiatan pemecahan Rekor MURI ini.
“Setiap lapas rata-rata 100 orang. Mengingat lapas itu kecil, kalau semua dikerahkan enggak cukup dan pengamanan kita juga enggak banyak. Ada 38 lapas dan 3.800 peserta,” jelasnya.

Ia menambahkan, lagu Indonesia Bekerja yang mengiringi tarian kolosal ini diciptakan langsung oleh Kepala Dirjen Permasyarakatan Sri Pungguh Budi Utami.
“Lagu Indonesia Bekerja ini merupakan ciptaan Kepala Dirjen. Tarian ini memberikan semangat supaya napi di sini tetap bekerja meskipun tinggal di dalam lapas. Ini sebagai bukti, mereka bisa berkreasi meskipun di dalam lapas,” tambahnya.