Afghanistan Semakin Bergejolak, Bersiap Hadapi Kehancuran Total

Afghanistan Menghadapi Potensi Hancur Total

Afghanistan bersiap hadapi potensi kehancuran
PBB meminta negara lain memberikan bantuan uang kepada Afghanistan demi menghindari kehancuran ekonomi yang berpotensi membuat kemiskinan merajalela (REUTERS/STRINGER)

Hasanah.id – Afghanistan, semenjak dikuasai oleh Taliban, tak surut diterpa ancaman, termasuk ancaman kemiskinan. Kehancuran total menghantui seluruh rakyat Afghanistan.

Kemungkinan kejatuhan Afghanistan ini disampikan utusan perwakilan khusus Sekretariat Jenderal PBB di Afghanistan, Deborah Lyons seperti diberitakan AFP, Kamis (9/9).

“Sebuah modus vivendi harus ditemukan dan secepatnya yang membuat uang tetap mengalir masuk ke Afghanistan guna mencegah kehancuran total ekonomi dan sosial,” kata dia seperti diberitakan AFP.

Kekuatiran ini muncul terkait dengan pembekuan aset miliaran dolar milik negeri itu, yang dilakukan untuk mencegahnya sampai ke tangan Taliban. Hal tersebut diyakini memicu kemerosotan ekonomi yang parah dan mendorong jutaan lebih warga dalam kemiskinan serta kelaparan.

Afghanistan memiliki US$ 10 miliar aset yang terparkir di luar negeri. Ini dianggap bisa menjadi kunci barat menekan perilaku Taliban.

Salah satunya terparkir di bank sentral AS, The Fed. Sebelumnya, Dana Moneter Internasional (IMF) juga memblokir US$ 440 juta cadangan darurat baru Afghanistan.

Menanggapi kondisi Afghanistan, pihak AS dan Perserikatan Bangsa-Bangsa berkomentar.

“Taliban mencari legitimasi dan dukungan internasional. Pesan kami sederhana: (jika menginginkan) legitimasi, dukungan apa pun harus diperoleh,” kata Diplomat Senior AS Jeffrey DeLaurentis dalam forum PBB yang sama.

Sekretaris Jenderal Perserikatan Bangsa-bangsa (Sekjen PBB), Antonio Guterres, menyerukan komunitas internasional untuk mempertahankan dialog dengan Taliban di Afghanistan. Guterres juga memperingatkan bahwa ‘kejatuhan ekonomi’ yang bisa menewaskan jutaan orang harus dihindari.

“Tugas kita adalah memperluas solidaritas kita bagi orang-orang yang mengalami penderitaan besar, di mana jutaan dan jutaan orang berisiko mati kelaparan,” imbuhnya.

Di sisi lain, Perserikatan Bangsa-bangsa (PBB) menyatakan bahwa staf-staf lokal mereka di Afghanistan semakin menjadi sasaran tindak pelecehan dan aksi intimidasi sejak kelompok Taliban mengambil alih kekuasaan di negara itu bulan lalu.

Seperti dilansir Reuters, Jumat (10/9/2021), Deborah Lyons, mengatakan dalam forum Dewan Keamanan PBB bahwa fasilitas PBB sebagian besar dihormati, meskipun ada sejumlah pengecualian.

“Kami … semakin khawatir dengan meningkatnya insiden pelecehan dan intimidasi terhadap staf nasional kami. Kami akan terus melakukan segala hal untuk mendukung staf kami dan menjauhkan mereka dari bahaya,” tegas Lyons.

Total
1
Shares
Related Posts