Gagal Jaga Ketertiban, Komdis PSSI Jatuhkan Sanksi Berat Bagi Panpel PERSIB
- account_circle hasanah 006
- calendar_month Sabtu, 5 Okt 2024
- visibility 87
- comment 0 komentar
- print Cetak

Tyronne menyumbangkan satu assist di kemenangan PERSIB atas Persija/DOK.PERSIB
info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.
HASANAH.ID, BANDUNG – Komite Disiplin (Komdis) PSSI telah resmi menjatuhkan sanksi berat kepada Panitia Pelaksana (Panpel) PERSIB terkait insiden yang terjadi pada laga melawan Persija Jakarta di Stadion Si Jalak Harupat, Kabupaten Bandung, Senin, 23 September 2024. Panpel PERSIB dinilai gagal menjaga ketertiban dan keamanan selama pertandingan tersebut.
Dalam Surat Keputusan Komdis PSSI bernomor 027/L1/SK/KD-PSSI/X/2024, disebutkan bahwa pelanggaran yang dilakukan Panpel PERSIB mencakup penyalaan flare dalam jumlah banyak, pelemparan botol air mineral ke arah steward, serta insiden lebih serius berupa penonton yang masuk ke area lapangan dan mengakibatkan kerusuhan serta korban luka-luka.
Atas pelanggaran tersebut, Komdis PSSI menjatuhkan beberapa sanksi berat kepada Panpel PERSIB. Pertama, larangan penyelenggaraan dua pertandingan kandang dengan penonton. Kedua, penutupan tribun utara dan selatan pada tiga pertandingan kandang berikutnya.
Baca Juga: Disdik Buka Suara soal SMPN 60 Bandung Belajar Lesehan
Selain itu, Panpel PERSIB juga dikenai denda sebesar Rp 295 juta. Sanksi ini didasarkan pada beberapa pasal dalam Kode Disiplin PSSI Tahun 2023, termasuk Pasal 69 ayat 2 dan Pasal 141.
PERSIB Terima Sanksi, Tapi Sayangkan Insiden
Menanggapi sanksi tersebut, Vice President Operation PT PERSIB Bandung Bermartabat, Andang Ruhiat, menyatakan bahwa PERSIB menerima keputusan Komdis PSSI. Menurutnya, pelanggaran yang terjadi di pertandingan tersebut memang nyata dan tidak dapat dibenarkan, terutama terkait penyalaan flare, pelemparan benda, dan masuknya penonton ke lapangan yang berujung pada kerusuhan dan korban luka.
“Kami menerima surat dari Komdis PSSI yang memberikan sanksi larangan menyelenggarakan dua pertandingan kandang dengan penonton serta penutupan tribun utara dan selatan untuk tiga pertandingan berikutnya, ditambah denda sebesar Rp 295 juta. Kami memahami bahwa harus ada sanksi atas pelanggaran yang terjadi dalam pertandingan tersebut,” ujar Andang.
Namun, ia juga mengungkapkan kekecewaannya terhadap insiden yang terjadi. Menurutnya, bukan hanya PERSIB yang dirugikan secara material dan immaterial, tetapi juga para Bobotoh—pendukung setia PERSIB—yang selama ini selalu tertib dalam mendukung tim di stadion. “Yang kami sangat sayangkan adalah insiden tersebut seharusnya tidak terjadi. Hal ini jelas merugikan Bobotoh yang sudah menonton dengan tertib dan mendukung PERSIB dengan baik.”
Baca Juga: Satria Muda Rebut Game 1 Final IBL Oasis+ All Indonesian 2024
Andang berharap bahwa sanksi ini menjadi yang terakhir bagi PERSIB. Ia juga mengajak seluruh pihak yang terlibat, termasuk Panpel, manajemen klub, dan Bobotoh, untuk bersama-sama menjaga ketertiban dan keamanan di masa depan. PERSIB berkomitmen untuk memperbaiki penyelenggaraan pertandingan agar kejadian serupa tidak terulang.
“Kami berkomitmen untuk berusaha lebih keras menjaga keamanan dan ketertiban di setiap pertandingan. Kami akan bekerja sama dengan pihak kepolisian, panitia penyelenggara, dan komunitas suporter untuk mencegah insiden serupa di masa mendatang,” tambah Andang.
Ia menegaskan bahwa keamanan dan kenyamanan seluruh penonton adalah prioritas utama dalam setiap penyelenggaraan pertandingan PERSIB. Andang juga mengapresiasi para Bobotoh yang tetap tertib dan tidak terlibat dalam kerusuhan selama pertandingan tersebut. “Kami berterima kasih kepada seluruh Bobotoh yang tidak terpancing, tidak ikut melakukan kerusuhan, dan tetap menjaga keamanan bersama.”
Baca Juga: Kapolda Jabar Hadiri Pelepasan Kontingen Jawa Barat untuk Peparnas XVII/2024 di Solo
PERSIB mengajak semua pihak untuk bersatu dalam menjaga keamanan di stadion dan mencegah tindakan anarkis dengan alasan apa pun. Mereka berharap bahwa atmosfer sepak bola di stadion bisa tetap aman dan nyaman untuk semua kalangan, termasuk keluarga, anak-anak, dan perempuan. (Farhan Dentamayall)
- Penulis: hasanah 006
