
HASANAH.ID, INTERNASIONAL – Militer Amerika Serikat membantu menembak jatuh rudal-rudal Iran yang mengarah ke Israel, menurut dua pejabat AS pada Jumat. Salah satu pejabat menyebutkan bahwa sistem pertahanan darat digunakan dalam operasi tersebut, sementara jet tempur dan kapal perang belum dilibatkan sejauh ini. Tidak dijelaskan dari mana lokasi rudal tersebut dicegat. Saat ini, AS memiliki sekitar 40.000 pasukan di Timur Tengah, termasuk sistem pertahanan udara, pesawat tempur, dan kapal perang.
Pada Sabtu dini hari, Iran dan Israel saling meluncurkan rudal dan serangan udara setelah Israel melancarkan serangan udara terbesar terhadap Iran untuk menghentikan pengembangan senjata nuklir. Sirene serangan udara terdengar di Tel Aviv dan Yerusalem, memaksa warga masuk ke tempat perlindungan, sementara militer Israel mengaktifkan sistem pertahanan udara.
Militer Israel melaporkan bahwa puluhan rudal telah diluncurkan dari Iran dan sebagian berhasil dicegat. Tim penyelamat dikerahkan di beberapa lokasi akibat jatuhnya proyektil, namun belum ada informasi resmi terkait korban jiwa. Di Teheran, beberapa ledakan terdengar, dan dua proyektil dilaporkan menghantam Bandara Mehrabad yang juga digunakan oleh pangkalan Angkatan Udara Iran.



