“Beberapa kegiatan yang telah dilaksanakan menjelang launching antara lain Bimtek Architektur Bambu, craft, kuliner, dan program lingkungan penanaman pohon dan kegiatan lingkungan lainnya,” tutur Kadispar.
Agus mengungkapkan, alasan nama destinasi digital ini, dikarenakan seluruh kegiatan promosi menggunakan platform media sosial dan media digital lainnya.
“Kami mengambil tema ‘Destinasi Digital Puri Bambu’ dengan maksud supaya kegiatan ini bisa sustain. Dengan format destinasi digital. Ke depan diharapkan bisa meningkatkan pemberdayaan ekonomi masyarakat, khususnya di Bojongkoneng, Cimenyan. Serta menciptakan destinasi baru untuk wisatawan di kawasan Bandung Utara,” ungkap Agus.
Tak hanya mengangkat destinasi digital, kata Agus, pengambilan tema juga ditujukan untuk terus memperkenalkan bambu sebagai salah satu material lokal. Tak heran, jika seluruh bangunan di destinasi Puri Bambu ini didominasi oleh material bambu.
“Tujuan utama kami ingin memeratakan kunjungan wisatawan agar tidak menumpuk di Bandung Selatan. Apalagi di Bandung Utara destinasinya juga tidak kalah oke,” kata Agus. Kus/Uwo