Pelecehan Seksual Terjadi di Komisi Penyiaran Indonesia

Pelecehan Seksual Kembali Terjadi, Seorang Pria Menjadi Korban

Pelecehan Seksual di KPI
Otto Halawa, pengacara korban pelecehan seks di KPI/detik

Hasanah.id, Jakarta – Pelecehan seksual dialami MS, salah seorang pegawai Komisi Penyiaran Indonesai (KPI) Pusat. Kasus ini pun tengah ditangani pihak kepolisian.

MS, yang menjadi korban dugaan pelecehan seksual, sebelumnya mengunggah kasus yang menimpanya melalui media sosial. Korban mengaku dirundung atau di-bully selama sekitar 2 tahun, antara 2012-2014. Namun hingga kini korban masih trauma.

Menurut kuasa hukum korban, Okto Halawan, kliennya masih trauma atas insiden pelecehan seksual tersebut. MS mengaku sudah dua kali melaporkan kepada pihak kepolisian namun tidak ditanggapi secara serius.

“Karena gini, yang bersangkutan trauma ya. Psikisnya terganggu ya,” ujar kuasa hukum korban Okto Halawan kepada wartawan di Mapolres Metro Jakpus, Kamis (2/9/2021).

“Kasusnya bermula dari 2012. Karena klien kita ini kan orangnya kan nggak mau neko-neko ya, lurus-lurus aja lah. Tapi mungkin teman-teman lain yang membuat dia di-bully. 2015 terjadi namanya kasus yang lagi viral sekarang,” imbuh Okto.

Ketua KPI Agung Suprio mengaku tidak tahu mengenai dugaan pembiaran kasus pelecehan seksual dan perundungan atau bullying pegawai KPI.

Namun pihaknya mengaku telah memberi pendampingan psikologis bagi korban. Bahkan, korban juga sudah berkonsultasi dengan psikolog mengenai kesehatan mentalnya.

Sebelumnya, lima pegawai Komisi Penyiaran Indonesia (KPI) dilaporkan atas dugaan perundungan dan pelecehan seksual terhadap sesama karyawan laki-laki. KPI mengancam akan memberi sanksi tegas kepada para terduga pelaku apabila terbukti bersalah.

Komisi Penyiaran Indonesia (KPI) melakukan investigasi internal terkait kasus pelecehan seksual dan perundungan yang dialami pegawainya. KPI membebastugaskan korban dan terduga pelaku dari pekerjaan.

“Iya betul sedang dilakukan investigasi. Pihak kepolisian juga telah mulai merespons,” Wakil Ketua KPI, Mulyo Hadi Purnomo kepada wartawan, Kamis (2/9/2021) malam.

Langkah itu diambil untuk mempermudah proses yang dijalani korban dan terduga pelaku pelecehan.

Total
3
Shares
Related Posts