Bermodalkan tangan kosong, Tatang menyusuri dasar Waduk Jatigede yang saat ini dalam kondisi berlumpur untuk mencari tutut kedua matanya terus saja menatap ke arah bawah melihat tanda-tanda adanya binatang tersebut.
“Di sini banyak sekali tutut, cuma butuh setengah jam dapat satu kantong kresek,” kata Tatang di Waduk Jatigede, Kamis (11/7/2019).
Tatang mengatakan, aktivitas mencari ikan dan tutut tanpa menggunakan alat bantu ini, hanya bisa dilakukan pada saat musim kemarau atau waduk tersebut mulai mengering, karena pada musim hujan ia mengaku tidak berani beraktivitas di Waduk Jatigede.
Ia mengatakan, berbeda dengan warga lainnya, tutut yang ia cari di dasar Waduk Jatigede ini untuk kebutuhan konsumsi keluarga, bukan untuk diperjualbelikan.
“Saya bukan nelayan, cuma petani. Sekarang kan lagi susah tanam, buat makan harus cari ke sini,” katanya.