Komisi Penyiaran Indonesia (KPI) Nonaktifkan Terduga Pelaku Perundungan

KPI Pusat
Ilustrasi/Istockphoto-Serghei Turcanu

Hasanah.id, Jakarta – Komisi Penyiaran Indonesia (KPI) Pusat membebastugaskan atau menonaktifkan tujuh orang terduga pelaku perundungan dan pelecehan sesama pegawai dari segala aktivitas di institusi pemerintah itu.

Agung Suprio, Ketua KPI Pusat mengatakan, langkah tegas itu adalah respons atas dugaan peristiwa pelecehan seksual dan perundungan berulang terhadap seorang pegawai honorer KPI Pusat berinisial MS.

Penonaktifan tujuh orang pegawai KPI Pusat itu juga untuk memudahkan proses penyelidikan dan meminta keterangan yang dilakukan pihak kepolisian.

“Membebastugaskan terduga pelaku dari segala kegiatan KPI Pusat dalam rangka memudahkan proses penyelidikan oleh pihak kepolisian,” jelasnya dalam keterangan tertulis, Jumat (3/9).

Agung menegaskan pihaknya akan terus mendorong penyelesaian kasus tersebut secara hukum. Sementara di sisi lain KPI juga terus melakukan investigasi internal untuk meminta keterangan dari para terduga pelaku.

Agung menjelaskan bahwa KPI juga melakukan investigasi secara internal melalui penjelasan dari pihak terduga pelaku.

Di samping itu, KPI akan melakukan pendampingan hukum serta bertanggung jawab atas pemulihan psikologis korban.

“Melakukan pendampingan hukum terhadap terduga korban serta menyiapkan pendampingan psikologis sebagai upaya pemulihan terduga korban,” imbuh Agung.

Sebelumnya Komisi I Dewan Perwakilan Rakyat (DPR) Syaifullah Tamliha meminta KPI bergerak cepat dalam merespons adanya laporan dugaan pelecehan seksual serta perundungan yang dialami korban seorang pria berinisial MS.

Syaifullah Tamliha menjelaskan KPI harus mengusut dan mengungkap kebenaran dari pengakuan MS atas tindakan perundungan dan pelecehan seksual yang diterima dari sesama pegawai di kantor KPI.

Untuk diketahui, beredar pesan berantai dari MS yang mengungkapkan adanya kasus perundungan dan pelecehan seksual yang dialami dirinya di dalam kantor KPI Pusat.

MS menyebut perundungan dan pelecehan seksual yang dialaminya di kantor KPI Pusat sudah terjadi sejak tahun 2012. Perundungan yang dialami MS antara lain seperti makian dan pemukulan. Selain itu, pelaku sampai menelanjangi dan mencoret-coret organ intimnya menggunakan spidol.

Total
39
Shares
Related Posts